LIMA BTS SIAP BUKA KETERISOLASIAN KABUPATEN KEEROM

share on:
Base Transceiver Station (BTS) (www.mypangandaran.com)
Base Transceiver Station (BTS) (www.mypangandaran.com)

Jayapura, 18/8 (Jubi) – Kabupaten Keerom mendapat bantuan lima Base Transceiver Station (BTS) dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo), guna membuka terisolasian pada daerah yang belum memiliki komunikasi.

“Tahun ini pemerintah Kabupaten Keerom mendapat bantuan lima  BTS yang akan di tempatkan di lima daerah terisolir seperti daerah puai, senggi  serta beberapa daerah yang nantinya disesuaikan dengan jumlah penduduk melihat dari sisi bisnis ketersediaan  BTS tersebut harus digunakan  jangan sampai penempatannya dinilai mubasir,” kata Wakil Bupati Kabupaten Keerom, Muh. Markum kepada tabloidjubi.com, Senin (18/8).

Markum berharap bantuan dari Kemeninfo yang diberikan kepada pemerintah Kabupaten Keerom bukan hanya  merupakan bantuan yang terakhir, tapi berkelanjutan. “Semoga kita masih dibantu oleh Kemeninfo. Pemberian bantuan ini dinilai  sangat bermanfaat meningkatakan komunikasi  dan pengawasan pemerintah terhadap penyelenggaraan pemerintahan, khususnya daerah terisolir,” jelasnya.

Markum mengaku pihak pemerintah daerah, hingga saat ini yakni Senggi, Waris dan Arso Timur telah beroperasi guna menjawab kebutuhan informasi. Pihaknya juga mengklaim telah mengeluarkan anggaran untuk dua tower BTS tersebut, sebesar Rp 2 milyar. “Sementara lima BTS lainnya  merupakan bantuan dari Kemeninfo,” katanya.

Sebelumnya, Vice President  ICT area Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan (Pamasuka) PT. Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Ali Imran mengkalim akan bangun 2000-an Base Transifer Station (BTS) didaerah Maluku dan Papua hingga akhir tahun mendatang.

Perusahaan telekomunikasi dengan motto “Paling Indonesia” ini juga mengklaim hingga kini sudah ada 1700 BTS yang on air, termasuk disejumlah kabupaten pemekaran di tanah Papua. Dimana, sejumlah ibukota kabupaten pemekaran di Papua saat ini sudah terhubung dengan signal Telkomsel dan ada beberapa distrik yang dekat dengan ibukota kabupaten bakal terhubung ke signal tersebut.

“Kami terus berupa mengatasi blank spot. Hingga saat ini daerah-daerah perbatasan dengan negara Papua Nugini dan juga pulau terluar sudah dapat terhubung dengan telekomunikasi, khususnya Telkomsel. Tantangan terbesar kami adalah menyediakan infrastruktur dan membawa informasi hingga ke pelosok Papua,” kata Ali Imran. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  LIMA BTS SIAP BUKA KETERISOLASIAN KABUPATEN KEEROM