BURON DUA TAHUN, TERPIDANA KORUPSI DITANGKAP TIM KEJARI JAYAPURA

share on:
Ilustrasi Korupsi. (Jubi/Arjuna)
Ilustrasi Korupsi. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 19/8 (Jubi) – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura, menangkap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Keerom, Papua Ahmad Yusnan (AY) yang jadi terpidana korupsi proyek fiktif pembangunan jalan Waley-Molof sepanjang 5,5 kilo meter dengan anggaran sebesar Rp. 1,6 miliar ditahun 2007 lalu.

Kepala Kejari Jayapura, Yamin Fudhoil mengatakan, AY yang kini menjabat Kepala Bagian Prasarana Bappeda Kabupaten Jayapura itu ditangkap di kantornya, Selasa (19/8).

“Yang bersangkutan telah divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jayapura sejak 2012 lalu. Namun selama ini AY tak pernah menjani hukumannya. Setelah ditangkap, AY langsung kami bawa ke Lembaga Permasayarakat (Lapas) Klass IIA Abepura,” kata Yamin Fudhoil, Selasa (19/8).

Menurutnya, selama ini Kejari Jayapura telah berulang kali memanggil AY untuk menjalani proses hukum, namun tak diindahkan.

“Makanya kami bekerjasama dengan polisi menangkap dia. Penangkapan AY berdasarkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi Pengadilan Negeri klas IA Jayapura Nomor : 03/Tipikor/2012/PN.JPR tanggal 26 September 2012,” ujarnya.

Dikatakan, selain divonis bersalah dengan pidana dua tahun, yang bersangkutan juga didenda sebesar  50 juta rupiah , subsider tiga bulan kurungan.

“Kini yang bersangkutan harus menjalani hukumannya sesuai vonis pengadilan Tipikor Jayapura,” katanya.

Sementara ketua tim eksekusi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, Yulius menjelaskan, kala itu AY menjabat Kadis PU Kabupaten Keerom memberikan pekerjaan pembangunan jala dan jembatan kepada PT. Cahaya Timur Perkasa sesuai surat perjanjian permohonan Nomor : 620/92/KONT/DPU/2007, 13 Juli 2007 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1.6 milyar.

“Proyek itu ditandatangani Direktur PT. Cahaya Timur Perkasa, Amirudin Deddu. Achmad Yusnan selaku kuasa pengguna anggaran menandatangani seluruh pencairan dana proyek itu, namun tidak sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu tak ada tender. Setelah dicek di lapangan, pekerjaan itu tak sesuai dengan DPA Pemerintah Kabupaten Keerom. Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan juga  ditemukan indikasi korupsi,” kata Yulius. (Jubi/Arjuna) 

Tags:
Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BURON DUA TAHUN, TERPIDANA KORUPSI DITANGKAP TIM KEJARI JAYAPURA