PENGUSAHA ASLI PAPUA DESAK GUBERNUR TERBITKAN PERGUB

share on:
Rapat Koordinasi Tim 19. (Jubi/Arjuna)
Rapat Koordinasi Tim 19. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 20/8 (Jubi) – Tujuh organisasi lokal Pengusaha Asli Papua yang tergabung dalam Tim 19 mendesak pemerintah Papua dan pusat agar memperhatikan dan komitmen memberdayakan mereka kedepan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) yang memproteksi pengusaha asli Papua.

Ketua Tim 19, Hengky Yoku mengatakan, Tim 19 dibentuk bersama seluruh asosiasi pelaku usaha dan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) yang ada di Papua, serta Komisi A DPR Papua, 16 Agustus lalu. Tugas Tim 19 ini adalah mendesak gubernur agar membuat Pergub guna mengakomodir semua pelaku usaha lokal di Papua.

“Juga agar Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) serta bupati dan walikota di Papua bisa ikut bisa mengakomodir para pelaku usaha lokal ini dalam melaksanakan pekerjaan dana APBD sesuai Peratutan Pemerintah 84 tahun 2012. Pekerjaan seperti memecah batu, pengerukan timbunan dan lainnya, itu harus diserahkan ke Orang Asli Papua,” kata Hengky Yoku usai pertemuan dengan anggota Tim 19, Rabu (20/8).

Menurutnya, Tim 19 juga mendesak pemerintah termasuk Balai Besar Pengerjaan Jalan dan Jembatan agar terhitung sejak 2015 mendatang, pekerjaan yang bersumber dari APBN, 30 persen paket harus dikerjakan pengusahan asli Papua.

“Itu wajib hukumnya. Masalah kesiapan, itu alasan klasik para pejabat pusat dan daerah. Mereka selalu meragukan kemampuan pengusaha asli Papua. Itu hanya alasan. Kami tak mau ada alasan lagi menyebut orang Papua tak mampu,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Tim 19, Rudolf Hugo Ayomi mengatakan, pihaknya juga mendesak Pemerintah Pusat dan presiden terpilih nantinya agar KAPP disahkan posisinya setingkat dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat agar ijin untuk pekerjaan apapaun di Papua haris melalui KAPP.

“Diluar itu ijin dari KAPP dianggap ilegal dan masyarakay berhak menduduki lokasi atau wilayah yang akan tempat rencana pengerjaan itu. Sekali lagi, kami minta gubernur komitmen membangun pengusaha asli Papua. Itu yang kami ingin,” kata Rudolf Hugo Ayomi. (Jubi/Arjuna)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PENGUSAHA ASLI PAPUA DESAK GUBERNUR TERBITKAN PERGUB