PERDASUS KURSI OAP DINILAI TAK AKOMODIR SEMUA MASYARAKAT PAPUA

share on:
Suasana Sidang Paripurna DPR Papua Ketika Pengesahan Raperdasus Kursi Untuk Orang Asli Papua. (Jubi/Arjuna)
Suasana Sidang Paripurna DPR Papua Ketika Pengesahan Raperdasus Kursi Untuk Orang Asli Papua. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 26/8 (Jubi) – Ketua Fraksi Pikiran Rakyat DPR Papua, Yan Permenas Mandenas menyatakan, pengesahan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) 14 kursi anggota DPR Papua melalui pengangkatan untuk orang asli Papua (OAP) menjadi Perdasus terkesan dipaksakan lantaran belum mengakomodir berbagai kalangan masyarakat asli Papua.

“Kami Fraksi Pikiran Rakyat tak setuju karena kami menilai Perdasus itu masih perlu dibedah pasal per pasal. Dalam proses rekrutmen yang nanti akan dilakukan belum pro dan memberikan ruang kepada tokoh masyarakat, perempuan, adat dan agama serta lainnya. Itu belum diatur dalam Perdasus itu. Kesannya Perdasus itu untuk kepentingan pihak tertentu,” kata Yan Mandenas, Selasa (26/8).

Menurutnya, DPR Papua seolah digiring untuk mengamankan  kepentingan kelompok tertentu. Hal ini membuat fraksi yang dipimpinnya menolak pengesahan Raperdasus tersebut ketika paripurna. Sayangnya, meski Fraksi Pikiran Rakyat menolak, namun lima fraksi DPR Papua lainnya setuju sehingga Raperdasus tersebut tetap disahkan.

“Itu yang kami tak setuju. Harusnya Perdasus itu benar-benar untuk rakyat.  Pasal-pasal yang dituangkan  dalam Perdasus itu harus bisa memberikan ruang kepada masyarakat asli Papua. Itu yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Kata Yan, jika kedepannya Perdasus yang telah disahkan itu dipaksakan untuk dijalankan tentu akan merugikan masyarakat asli Papua karena hanya terkesan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Sebelumnya Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda mengakui harusnya ada Partai Politik (Parpol) lokal yang mengakomodir 14 kursi untuk OAP atau kursi Otsus di DPR Papua.

“Memang sebenarnya Parpol lokal harus ada terlebih dahulu sebelum pembentuk 14 kursi itu. Namun mengingat waktu yang singkat, maka itu tidak menjadi masalah. Memang ini agak berat, namun Parpol lokal bisa dibentuk belakangan. Jadi tak masalah,” kata Yunus Wonda. (Jubi/Arjuna) 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PERDASUS KURSI OAP DINILAI TAK AKOMODIR SEMUA MASYARAKAT PAPUA