PROGRAM “DUA ANAK CUKUP” MENGKHAWATIRKAN UNTUK POPULASI ORANG PAPUA

share on:
Masyarakat asli Papua di Pulau Kimaam. (JUBI/Frans L Kobun)
Merauke, Jubi (26/7)-  Salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat adalah membatasi jumlah kelahiran dengan dua anak cukup.  Program ini dinilai membuat  populasi jumlah penduduk Papua tidak berkembang baik.

Hal itu disampaikan Pastor Pius Manu saat ditemui tabloidjubi.com di sela-sela pesta Ndambu di Ibukota Distrik Kimaam Selasa (26/8).  Dikatakan, Papua berada dalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tahun 1969 dengan jumlah penduduk 800.000 orang. Sampai sekarang, jumlahnya baru mendekati hingga 3 juta penduduk.

Ini menunjukkan suatu perkembangan sangat memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan Negara PNG yang kala itu memiliki jumlah penduduk hanya 700 ribu orang, kini jumlahnya telah mencapai 8 juta orang. Perbedaan tersebut sangat besar,” tegasnya.

Jika dilihat, Indonesia adalah negara besar dan memiliki tekonologi sangat maju. Tetapi populasi manusia sangat parah. “Jadi, wajarlah jika kita sebagai orang Indonesia yang merupakan rumpun  Melanesia  pantas bertanya apakah betul saya dari daerah ini,” ujarnya.

Dikatakan, tentunya pemerintah juga lebih mengetahui secara pasti dan jelas perkembangan jumlah penduduk terutama orang asli Papua. Jika dibandingkan dengan daerah lain termasuk di Jawa, populasi jumlah penduduk terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sementara di Papua, pertumbuhan penduduk sangat lamban.
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menambahkan, secara umum, masyarakat di Pulau Kimaam yang terdiri dari empat distrik adalah orang asli Papua. “Saya kira semua orang bisa lihat secara langsung sekarang dari pelaksanaan pesta Ndambu. Semua yang datang dari kampung-kampung terjauh adalah orang Papua,” ujarnya.

Tentunya, lanjut Bupati Merauke, pemerintah terus memberikan perhatian kepada masyarakat terutama mendorong ibu-ibu yang telah berkeluarga agar tetap hamil. Berbagai bantuan termasuk biaya pemeriksaan sampai melahirkan di puskesmas maupun rumah sakit, akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. (Jubi/Frans L Kobun)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PROGRAM “DUA ANAK CUKUP” MENGKHAWATIRKAN UNTUK   POPULASI ORANG PAPUA