TAK ADA SMP, BANYAK ANAK DISTRIK BIME PUTUS SEKOLAH

share on:
Ilustrasi Siswa SMP.  (Jubi/Istimewa)
Ilustrasi Siswa SMP. (Jubi/Istimewa)

Jayapura, 26/8 (Jubi) –  Anak usia sekolah di Distrik Bime, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua banyak yang harus mengubur mimpi mereka mengenyam pendidikan tingkat Sekolah Menengan Atas (SMP), akibat tak ada bagungan sekolah SMP di wilayah itu.

Kepala Distrik Bime, Geris Malo mengatakan, jika anak usia sekolah di wilayah itu berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, mereka harus berjalan puluhan kilometer untuk mencapai sekolah.

“Di Distrik Bime belum ada bangunan sekolah SMP. Anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP harus berjalan kaki distrik lain yang jaraknya puluhan kilometer. Misalnya ke Distrik Oksibil atau Amoksibil,” kata Geris Malo di Jayapura, Selasa (26/8).

Menurutnya, masyarakat Distrik Bime sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi agar ada bangunan sekolah SMP di daerah itu, namun hingga kini apa yang mereka inginkan tak kunjung terwujud, padahal masyarakat sudah menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunannya.

“Di Distrik Bime hanya ada ada empat bangunan sekolah. Tiga Sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Atas (SMA). Kalau SMP sama sekali belum ada. Tapi ada satu bangunan SD yang hanya memiliki tiga ruang kelas. Kalau lainnya sudah sampai kelas VI. Jadi kalau siswa dari SD yang hanya sampai kelas III itu naik kelas empat dan ingin melanjutkan, siswanya harus pindah ke sekolah yang sampai kelas VI,” ujarnya.

Hanya saja meski sudah ada bangunan SD dan SMA di daerah itu kata Geris, kendala lain yakni guru yang ditempatkan di Distrik Bime jarang berada di tempat tugas. Akibatnya, pegawai distrik yang biasa menggantikan mereka mengajar siswa. “Kami juga sudah sering mengeluhkan hal ini ke Dinas Pendidikan Pegunungan Bintang. Namun hingga kini tidak ada tindaklanjutnya,” katanya.

Sementara anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Pegunungan Bintang, Ignasius W Mimin mengatakan, keluhan masyarakat di beberapa distrik di kabupaten tersebut menjadi tanggungjawabnya untuk memperjuangkannya.

“Ini menjadi tanggungjawab saya. Saya akan memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi masyarakat di sana ke pemerintah dan instansi terkait,” kata Ignasius. (Jubi/Arjuna)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  TAK ADA SMP, BANYAK ANAK DISTRIK BIME PUTUS SEKOLAH