DOREN WAKERKWA: PELANTIKAN BUPATI TERPILIH MIMIKA TETAP 6 SEPTEMBER

share on:
Asisten I Bidang Pemerintahan Papua, Doren Wakerkwa. (Jubi/Alex)
Asisten I Bidang Pemerintahan Papua, Doren Wakerkwa. (Jubi/Alex)

Jayapura, 3/9 (Jubi) – Asisten I Bidang Pemerintahan Papua, Doren Wakerkwa mengatakan, pelantikan bupati terpilih Kabupaten Mimika tetap akan dilakukan pada 6 September 2014 mendatang.

“Artinya tak ada perubahan. Dan akan dilantik langsung Gubernur Lukas Enembe. Dimana tim provinsi akan kita kirim untuk sterilkan dan mempersiapkan semuanya pada Kamis (4/9) besok, dan itu otomatis pelantikan akan dilakukan,” kata Doren kepada wartawan, di Kota Jayapura, Papua, Rabu (3/9).

Soal kondisi Mimika saat ini, kata Doren, situasi sudah sangat aman dan baik. “Kepala suku Lani yang dibunuh itu saudara saya. Jadi tidak ada masyarakat Lani disana yang melakukan gerakan aneh-aneh pada saat pelantikan berlangsung,” tegasnya.

Sebelumny, Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini menjamin pelantikan bupati terpilih daerah itu periode 2014-2018 Eltinus Omaleng – Yohanes Bassang (Ombas) yang direncanakan akan digelar pada 6 September mendatang, berlangsung aman dan kondusif. “Dari sisi keamanan pihak Kepolisian memberikan jaminan, pelantikan akan dilaksanakan dalam kondisi aman dan kondusif,” katanya.

Rontini mengakui, memang beberapa hari terakhir ini Mimika dihadapkan dengan berbagai persoalan, tetapi pemerintah daerah dan pihak TNI/Polri telah mengambil langkah untuk mewujudkan situasi yang kondusif dalam rangka pelantikan.

“Pelantikan akan berlangsung pada 6 September mendatang. Rencana ini kami sudah beritahukan kepada gubernur melalui Asisten I. Pelantikan akan tetap dilaksanakan di Timika karena masyarakat menginginkan itu, dan kami hanya menjamin dari sisi keamanan,” ujarnya.

Untuk antisipasi gejolak, Rontini katakan, teman-teman dari TNI ada Brigif, Batalyon, Cavaleri, dan satuan satgas, tetapi untuk pelaksanaan pelantikan, kepolisian akan libatkan sedikitnya 700 personil.

“Tidak ada penambahan pasukan, BKO dari luar tidak ada karena teman-teman dari TNI sudah cukup. Dari Brigif itukan ada sekitar 1000 personil, begitu juga dengan yang lain,” katanya.

Saat ditanya soal kondisi terakhir di Mimika, Rontini jelaskan, untuk konflik di Jayanti, sudah berlangsung proses secara adat, dimana kedua kubu telah melakukan “cuci tangan” secara adat, sehingga areal yang tadinya konflik tidak ada batas lagi.

“Jadi sekarang masyarakat bebas mencari rejeki dan berkebun, itu tidak ada halangan. Kemudian imbas dari konflik meninggalnya Alm. Waker sudah dipertemukan dan langkah kepolisian adalah melakukan upaya hukum terhadap pelaku-pelaku. Kemudian kegiatan-kegiatan prefentif, patroli dan razia di lokasi yang dianggap selama ini berpotensi untuk konflik tetap dilakukan,” ujarnya. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DOREN WAKERKWA: PELANTIKAN BUPATI TERPILIH MIMIKA TETAP 6 SEPTEMBER