DINAS PENDIDIKAN PAPUA DIMINTA SEGERA SOSIALISASIKAN KURIKULUM 2013

share on:
Ketua Komisi E DPR Papua, Kenius Kogoya. (Jubi/Arjuna)
Ketua Komisi E DPR Papua, Kenius Kogoya. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 4/9 (Jubi) – Komisi E DPR Papua yang membidangi pendidikan dan kesehatan meminta Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) provinsi serta kabupaten/kota segera mensosialisasikan kurikulum 2013 ke setiap sekolah yang ada di wilayah mereka.

“Mengenai kurikulim 2013, Dinas P dan P provinsi dan kabupten/kota memang perlu berupaya maksimal untuk mensosialisasikan dan mempersiapkan materinya, atau buku pelajaran siswa secara baik. Ini harus diberikan ke sekolah agar secepatnya menyesuaikan karena ini berkaitan dengan ujian nantinya,” kata Ketua Komisi E DPR Papua, Kenius Kogoya, Kamis (4/9).

Menurutnya, kurikulum 2013 itu telah diterapkan secara nasional. Namun di Papua masih ada sekolah yang yang belum menarapkan kurikulum baru itu, terutama sekolah yang ada di wilayah pedalaman.

“Ini akan jadi kendala bagi siswa ketika ujian nasional. Kami harap dinas P dan P provinsi dan kabupten/kota segera mendistribusikan buku kurikulum 2013 ke setiap sekolah. Jangan menunggu. Itu sangat penting,” ujarnya.

Dikatakan, suka tidak suka Dinas P dan P setempat harus menyesuaikan itu. Dari itu dinas terkait harus secepatnya mensosialisasikan dan mempersiakan buku mata pelajaran sesuai kurikulum 2013.

“Ini harus disosialisasikan dengan baik. Saya lihat belum semua sekolah mendapat kurikulim itu. Baik buku-bukunya dan lainnya, jadi jangan terlambat, harus kerja ekstra,” katanya.

Sebelumnya, 2 September lalu, Komisi X DPR RI bidang Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, dan Kesenian, melakukan kunjungan spesifik ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk membahas kurikulum 2013.

Ketua komisi X DPR RI Syamsul Bahri kepada wartawan, di Jayapura, Papua mengatakan, kurikulum 2013 harus dilaksanakan sebagai antisipasi menghadapi kondisi geografis.

“Namun banyak kalangan mengharapkan agar kurikulum 2013 dilakukan penyesuaian. Akhir-akhir ini banyak sekali pandangan yang mengkritik, memuji dan mencela implementasi kurikulum 2013, banyak opini mengharapkan agar dilakukan penyesuaian lebih lanjut dengan mengganti namanya menjadi kurikulum 2015,” kata Syamsul Bahri kala itu. (Jubi/Arjuna) 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DINAS PENDIDIKAN PAPUA DIMINTA SEGERA SOSIALISASIKAN KURIKULUM 2013