HINGGA AGUSTUS 2014, TAPOL PAPUA CAPAI 74 ORANG

share on:
TAPOL PAPUA (IST)
TAPOL PAPUA (IST)

Jayapura, 8/9 (Jubi)—Tahanan politik (Tapol) di penjara-penjara di Papua kian meningkat setiap waktunya. Hingga akhir Agustus 2014, sebanyak 74 orang Papua kini mendekam dibalik jeruji besi hanya karena menggunakan hak berkumpul dan berpendapat dimuka umum.

Menurut laporan Papuans Behind Bars (Orang Papua Di Balik Jeruji), kebebasan berekspresi dan berpendapat di Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) kian menyempit. Hal tersebut diperburuk atas pilihan pemerintah menggunakan pendekatan aparat militer Indonesia untuk berhadapan dengan masyarakat sipil Papua.

“Situasi di Papua semakin memburuk bulan ini (September), di mana aparat keamanan Indonesia memperkuat tindakan keras ke atas masyarakat sipil Papua,” demikian tulis Papuans Behind Bars kepada Jubi, Minggu (7/9).

Dari 74 tahanan itu, mereka tersebar dalam penjara-penjara di seluruh Papua. Paling banyak terdapat di Sorong sebanyak 14 orang. Menurut sumber Papuans Behind Bars, penangkapan ke 14 orang pada 1 Februari 2014 itu diikuti serangan militer besar-besaran di Desa Sasawa, Pulau Yapen. Dugaan sementara, mereka terlibat sebagai Tentera Nasional Papua Barat (TNPB). Mereka dijerat dengan Pasal 106, 108, 110 dan UU Darurat 12/1951.

“Saat ini, mereka masih menunggu persidangan jadi belum dijatuhi vonis,” jelas Sofia Nazalya dari Papuans Behind Bars.

Tahanan politik lainnya tersebar di Polres Jayawijaya (12), Biak (8), Abepura (6). Kemudian, Polda Papua (Jayapura), Lanny Jaya, Merauke, Yahukimo, Puncak Jaya, Sarmi, serta sebanyak 7 orang yang berstatus tahanan kota.

Baca update data Tapol Papua . (Jubi/Yuliana)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HINGGA AGUSTUS 2014, TAPOL PAPUA CAPAI 74 ORANG