SATU RUMAH DIBAKAR, SEORANG WARGA GUDANG ARANG DIPANAH

share on:
Pertemuan di Polres Merauke. (JUBI/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi (9/9)— Rumah milik Fery Gebze di Gudang Arang, Kelurahan Maro, Senin (8/9) malam dibakar oleh BW bersama beberapa orang. Selain itu, kelompok tersebut menyerbu kediaman Ketua RT Gudang Arang, Mainus Malances dan memanahnya di paha bagian kanan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan warga  yang dihadiri kedua belah pihak yang bertikai di Aula Polres Merauke, Selasa (9/9).

Lusiana Omene, menuturkan, pada tanggal 8 September 2014, dirinya baru pulang dari keluarga sekitar pukul 15.00 WIT. Saat Lusiana  duduk untuk istirahat, dirinya melihat ada segerombolan orang yang membawa anak panah serta beberapa senjata tajam lainnya.
“Mereka menuju kediaman Fery Gebze yang ada di sekitar Gudang Arang. Beberapa saat kemudian, saya melihat kepulan asap rumah sudah naik. Saya pun langsung bergerak kesana dan ternyata gerombolan itu sudah mengepung rumah,” ujarnya.

Setelah membakar rumah Fery, katanya, mereka langsung bergerak ke kediaman Ketua RT Gudang Arang, Mainus Malances.

“Saya hanya menangis dan melihat rumah terbakar. Semua barang-barang di dalam, tidak dapat diselamatkan. Karena dalam waktu sekejab, rumah dibakar dan kelompok tersebut berjaga disekitar,” ujarnya.

Sementara Ketua RT Gudang Arang, Mainus Malances, mengaku saat kelompok tersebut datang ke rumahnya, ia sedang berada di dalam. “Begitu pintu diketuk, saya langsung buka dan menanyakan secara baik-baik. Hanya saja, mereka tidak menghiraukan,” katanya.

“Beberapa saat kemudian, saya sudah dipanah di bagian paha oleh seseorang dalam kelompok tersebut. Saya langsung menutup pintu, namun mereka terus  menggedor dan mendobrak pintu. Mereka pun merusak dan membakar sebagian besar perabot rumah tangga,” tuturnya.

Melihat itu, Mainus  berusaha melarikan diri melalui pintu belakang. Tetapi mereka ikut dan satu diantaranya memukul dengan hamar di bagian punggung. “Saya terjatuh dan tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka terus melakukan penyerangan,” katanya.

Sementara Kasubag Humas Polres Merauke, Iptu Richard Nainggolan, mengatakan awal mula kejadian adalah tanggal 7 September 2014. Saat itu, salah seorang warga atas nama Titus Mahuze mendengar adanya keributan antara Stevanus Dinauluk bersama Ronald Gebze.

Saat itu, kata Nainggolan, Titus sudah berusaha untuk melerai pertengkaran keduanya dan meminta agar diselesaikan secara baik-baik. Namun, tiba-tiba Ronald Gebze mengetapel Stevanus Dinaulik pada bagian mata kiri. Selanjutnya melarikan diri.

Stevanus pun  menjerit kesakitan. Matanya bengkak hingga mengeluarkan darah dan tidak bisa melihat. Hingga kini Stevanus masih harus menjalani proses perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke.

Ditambahkan, kasus tersebut berbuntut panjang hingga adanya ketidakpuasan dari keluarga korban yang dikatapel, sehingga melakukan penyerangan pada keesokan hari hingga sampai membakar rumah Ronald Gebze.

“Memang kita mempertemukan kedua belah pihak, agar kasus dimaksud tidak membias lagi. Kami  meminta kedua belah pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan lebih lanjut lagi. Kasus yang terjadi tetap akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tuturnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SATU RUMAH DIBAKAR, SEORANG WARGA GUDANG ARANG DIPANAH