GUBERNUR : SIAPA SAJA BOLEH BERINVESTASI DI PAPUA

share on:
Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Jubi/Alex)
Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Jubi/Alex)

Jayapura, 11/9 (Jubi) – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengatakan, siapa saja boleh berinvestasi di atas Bumi Cenderawasih. Hal ini dikarenakan Tanah Papua sangat aman dan tidak lagi tertutup. Apalagi dengan potensi yang dimiliki saat ini.

“Indonesia boleh bangga karena ada Papua, potensi yang besar juga ada di Papua. Ini yang saya harus kasih tau. Papua hari ini aman dan tidak lagi tertutup. Jika kita selalu berbicara Papua tidak aman, perubahan tidak akan terjadi, ekonomi tidak bertumbuh begitu juga pembangunannya,” kata Lukas Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Kamis (11/9).

Menurut Lukas, sampai saat ini masih tersimpan deposit Indonesia di Papua, dan deklarasi Papua aman sudah dilakukan. Dengan begitu setiap orang darimana saja bisa datang dan berinvestasi di Papua.

Sementara mengenai harga yang tinggi di Papua, ujar Gubernur, harus ada produksi di Papua, sehingga harga di sinia bisa diturunkan. Untuk itu, bagi siapa yang ingin berinvestasi, bangunan usaha dan produksinya harus ada di Papua.

“Kenapa harga di Papua mahal karena semua kita mengambilnya dari luar. Untuk itu harus ada produksi di Papua. Oleh sebab itu, saya ingin katakan siapapun boleh saja datang berinvestasi, tetapi harus bangun usaha dan produksinya di sini,” tukasnya.

Menanggapi itu, Lukas meminta agar smelter bisa dibangun di Papua. “Saya minta kita sama-sama berjuang. Pasalnya 60 tahun kita membangun Papua, tetapi masyarakat Papua termiskin di Indonesia. Itulah sebabnya saya minta untuk kita bekerjasama membangun Papua yang bangkit, mandiri dan sejahtera,” tambahnya.

Sebelumnya. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, 2015 mendatang Indonesia akan diperhadapkan pada ASEAN Economic Community (AEC). Dengan segala potensi yang ada, Indonesia harus menjadi pemimpin negara ASEAN.

Pada hari bersamaan dia menyadari kalau, tantangan semakin besar dan ini bahkan menjadi suatu ironi dimana saat memasuki pasar bebas tetapi keterbatasan ada di sana-sini. Baik dari sumber daya manusia, ketersediaan energi sampai pada pengelolaan sumber daya alam.

“Khusus untuk Papua yang merupakan provinsi paling timur di Indonesia, perumusan secara baik perlu dilakukan. Oleh karena itu, realisasi pembangunan, infrastruktur dan konektifitas ekonomi wilayah Papua dan Indonesia bagian timur adalah tepat untuk dibahas,” kata Anindya Bakrie. (Jubi/Alex)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  GUBERNUR : SIAPA SAJA BOLEH BERINVESTASI DI PAPUA