HUTAN DI DISTRIK ANIM HA DIBUKA, BANYAK DAMPAK AKAN TIMBUL

share on:
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka sedang berikan arahan kepada masyarakat. (JUBI/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi (11/9)— Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menegaskan, masyarakat yang ada di kampung-kampung di Distrik Anim Ha,  harus mengetahui dan memahami dengan baik bahwa ketika lahan dibuka untuk kegiatan investasi perkebunan tebu oleh PT Papua  Agro Sakti, sudah pasti banyak dampak yang akan timbul.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke ketika memberikan arahan kepada masyarakat Kampung Wayau, Distrik Anim Ha sebelum pemberian uang tali kasih dari perusahan kepada warga pemilik hak ulayat Rabu (10/9).
“Ya, saya perlu sampaikan bahwa ketika hutan dibuka, pasti akan timbul dampak. Misalnya rusa dan ekosistem lain di dalam, akan menjauh,” katanya.

Namun lanjut Bupati Merauke, ketika kegiatan investasi perkebunan jalan, pasti akan ada manfaat didapatkan dan atau diperoleh masyarakat sebagai pemilik hak ulayat.
“Saya perlu tegaskan kembali kepada semua masyarakat bahwa tanah yang digunakan untuk kegiatan investasi oleh PT Papua Agro Sakti, tidak dijual,” tegasnya.

Tanah dimaksud, jelas Bupati Merauke, dikontrakan selama 30 tahun ke depan melalui kesepakatan tertulis yang ditandatangi pihak terkait mulai dari perusahan dan pemilik hak ulayat. Nantinya setelah 30 tahun, dapat dibicarakan kembali. Jika pihak perusahan tidak memenuhi, maka harus ‘angkat kaki’ dari lokasi kegiatan investasi.
“Masyarakat diharapkan agar tidak percaya dengan omongan orang diluar bahwa tanah telah diambil perusahan dan tidak dikembalikan. Itu tidak betul. Saya bupati dan apa yang disampaikan, sesuai dengan amanat dari undang-undang,” tandasnya.

Diharapkan kepada pihak perusahan agar menjalankan apa yang telah menjadi kesepakatan bersama. Dimana, 20 persen lahan di dalam lokasi kegiatan investasi, harus diberikan perusahan kepada masyarakat. Caranya adalah dengan menanam berbagai jenis tanaman di dalam. Sehingga warga dapat menyambung kehidupannya.
“Ini saya mulai terapkan juga di PT Bio di Distrik Ulilin yang melakukan kegiatan investasi penanaman kelapa sawit. Pihak perusahan disini pun harus bisa melaksanakan. Jika tidak mau, silakan angkat kaki dan pergi ke tempat lain,” tegasnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Efendi Kanan mengatakan, sejak tahun 2010 lalu, perusahan tersebut telah mengurus berbagai administrasinya. Juga melakukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat sebagai pemilik hak ulayat. Dengan demikian, kegiatan investasi sudah bisa dijalankan, setelah adanya pembayaran tali kasih oleh pihak perusahan.  (Jubi/Frans L Kobun)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HUTAN DI DISTRIK ANIM HA DIBUKA, BANYAK DAMPAK AKAN TIMBUL