KEJATI PAPUA PERIKSA 26 SAKSI DALAM DUGAAN KORUPSI PAPUA BARAT TV

share on:
Kantor Kejati Papua. (Jubi/Arjuna)
Kantor Kejati Papua. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 11/9 (Jubi) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menyatakan telah memeriksa sebanyak 26 saksi dalam kasus dugaan korupsi Papua Barat TV dari anggaran dana hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat tahun 2012 lalu senilai, Rp. 3 miliar dengan kerugian negara Rp. 2,5 miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, M. Suligiono mengatakan, dari 26 saksi yang dimintai keterangan itu, 23 orang diantaranya adalah karyawan Papua Barat TV.

“Baru satu tersangka dalam kasus ini yakni mantan produser Papua Barat TV YTS. Balum ada tersangka lain. Penyidikannya akan dipercepat saja agar bisa segera dilimpahkan ke pangadilan,” kata Suligiono, Kamis (11/9).

Menurutnya, pengecekan yang dilakukan tim Kejati Papua di lapangan beberapa waktu lalu, tidak menemukan adanya pengadaan alat operasional Papua Barat TV seperti yang dikatakan pihak keluarga tersangka.

“Kami cek di lapangan, gak ada tuh alat-alatnya. Baik kendraan maupun alat-alat untuk operasional Papua Barat TV. Kalau disebutkan, barang sudah ada tapi disimpan di tempat lain, itu kami tidak tahu. Yang kami tahu harusnya barang itu ada di kantor Papua Barat TV, bukan di tempat lain,” ujarnya.

Menurutnya, begitu juga dengan pernyataan pihak tersangka yang mempertanyakan mengapa hanya dana hibah Rp. 3 miliar tersebut yang diusut. Sementara dana hibah senilai Rp. 21 miliar dari Biro Humas Papua Barat, tak diungkit.

“Kalau dan Rp. 21 miliar itu kan belum ada laporannya. Kalau laporannya sudah masuk kami pasti proses. Nanti kita lihat ke depan seperti apa. Belum ada bukti baru juga yang ditemukan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Seksi (Kasi) penyidikan Kejati Papua, Alexander Sinuraya. Menurutnya, ketika tim kejati mengecek kebaradaan aset Papua Barat TV tersebut, tak ada satupun berada di kantor televisi lokal itu.

“Barang yang ada di studio ternyata semua dari anggaran Humas Papua Barat. Adanya dana hibah itu juga baru diketahui belakangan ini,” kata Alex.

Kata Alex, tim Kejati juga menanyakan kepada karyawan Papua Barat TV apakah selama ini menggunakan mobil untuk liputan. Namun mereka menggunakan mobil rental, bukan milik perusahaan.

“Padahal anggaran dana hibah itu ada untuk pembelian dua unit mobil. Sisanya alat-alat penunjang operasional perusahaan. Memang tersangka baru satu. Namun tak menutup kemungkinan ada tersangka lain jika tersangka yang ada kini atau saksi buka suara,” ujar Alex.

Kasus dugaan korupsi dana hibah dari Pemprov Papua Barat untuk Papua Barat TV tersebut menyeret mantan produser televisi lokal itu, Yutfi Teti Sanda. Kini yang bersangkutan telah ditahan di Lembaga Pemasyarakat Klass II A Abepura, Kota Jayapura, Papua. (Jubi/Arjuna)  

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KEJATI PAPUA PERIKSA 26 SAKSI DALAM DUGAAN KORUPSI PAPUA BARAT TV