TAMBANG BAWAH TANAH PT. FREEPORT KEMBALI MAKAN KORBAN

share on:
Tim Evakuasi Korban Big Gossan Ketika Melakukan Evaluasi dan Pencarian Korban, 14 Mei 2013 Lalu. (Jubi/corcom pt fi)
Tim Evakuasi Korban Big Gossan Ketika Melakukan Evakuasi dan Pencarian Korban, 14 Mei 2013 Lalu. (Jubi/corcom pt fi)

Jayapura, 13/9 (Jubi) – Longsor kembali terjadi di areal tambang bawah tanah PT. Freeport Indonesia, West Muck Bay pada   Jumat (12/9) kemarin,  sekitar pukul 23.30 WIT. Satu karyawan dikabarkan masih tertimbun tanah sampai saat ini sementara satu orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Juru Bicara PT. Freeport Indonesia,  Daisy Primayanti ketika dikonfirmasi media ini tak menjawab pesan singkat yang dikirimkan kepadanya. Namun dalam pesan elektroniknya yang diteruskan ke tabloidjubi.com,  Daisy Primayanti mengatakan, terjadi ground failure atau jatuhnya material berupa batuan dan tanah, saat aktifitas ground support sedang berlangsung.

“Material tersebut kemudian menutupi sebagian  kendaraan jumbo drill yang tengah beroperasi. Satu orang operator jumbo drill selamat, sedangkan satu orang rekannya saat ini masih dalam proses evakuasi,” kata Daisy dalam pesan elektronik yang diteruskan ke media ini, Sabtu (13/9).

Menurutnya, ketika insiden terjadi, manajemen PT. Freeport langsung menerjunkan tim tanggap darurat untuk melakukan pertolongan dan evakuasi. “PT FI juga melaporkan insiden ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam,” ujarnya.

Longsornya di areal tambang bawah tanah PT. Freeport sudah beberapa kali terjadi.

14 Mei, 2014 lalu, kejadian serupa terjadi di area bawah tanah, Big Gossan ketika para karyawan sedang diberikan pelatihan dalam ruang kelas berukuran kurang lebih 511 meter.

Sedikitnya 28 orang meninggal dunia lantaran terperangkap longsong dan sepuluh  lainnya selamat.

Kejadian kala itu sempat memunculkan berbagai kritik. DPR Papua menilai, indisiden tersebut merupakan catatan buruk bagi tambang raksasa itu. Bahkan Freeport dianggap lalai memperhatikan keselamatan kerja karyawannya.

“Kami turut berduka cita atas kejadian itu. Ini jadi catatan penting bagi Freeport untuk lebih melihat sisi safety  atau keselamatan karyawan dari semua aspek. Disini kami lihat sepertinya ada kelalaian dari Freeport. Ini jadi catatan buruk bagi mereka karena kita tahu mereka punya alat yang cukup canggih tapi kenapa itu bisa terjadi,” kata Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda ketika itu. (Jubi/Arjuna) 

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  TAMBANG BAWAH TANAH PT. FREEPORT KEMBALI MAKAN KORBAN