GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN UNCEN RUSAK DAN TAK TERURUS

share on:
Sudah enam bulan gedung Fakultas Kedokteran tak berfungsi perkulihaan terhenti. Rabu(17/9) ruang kuliah terkunci (Jubi/dam)
Sudah enam bulan gedung Fakultas Kedokteran tak berfungsi perkulihaan terhenti. Rabu(17/9) ruang kuliah terkunci (Jubi/dam)

Jubi,17/9 (Jubi)–Pagi itu, Rabu(17/9) pukul 10.00 WP jurnalis tabloidjubi.com menelusuri trotoar di depan Kampus Uncen di Abepura, Kota Jayapura. Rasa ingin tahu soal kondisi sekarang ruang kuliah dan bangunan Kampus Fakultas Kedokteran Uncen.

Iseng-iseng jurnalis tabloidjubi.com coba masuk ke area Gedung Fakultas Kedokteran. Pintu terkunci. Kaca-kaca jendela pecah. Sepertinya itu bekas lemparan batu. Tetapi tak tahu siapa yang tega-teganya melempari pintu dan jendela Gedung Ruang Kuliah Fakultas Kedokteran.

Tampak mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran jurusan Ners atau keperawatan yang masuk keluar kampus.

Serombongan mahasiswa jurusan Keperawatan baru saja keluar dari ruang perkulihaan. Tabloidjubi sempat menyaoa dan bertanya sudah berapa lama Fakultas Kedokteran tidak lagi kuliah. Mereka menjawab hampir serempak; sudah hampir enam bulan.

Lala, mahasiswi jurusan Keperawatan semester V, mengawali pembicaraan dengan tabloidjubi.com di depan ruang Fakultas Kedokteran, Rabu(17/9). Lala mengaku sangat menyayangkan aktivitas perkulihaan terhenti.”Saya heran kenapa sampai harus tidak kuliah dan ruang kuliah hancur berantakan,”katanya seraya menambahkan jangan sampai kedokteran bisa tutup dan tidak ada kuliah lagi.

Bagi dia perbedaan pendapat itu wajar,  tetapi jangan sampai menggangu aktivitas perkulihaan. “Dorang sudah tidak kuliah lagi. Mungkin laboratorium sudah hancur karena tak pernah lagi ada yang gunakan. Saya tidak tahu ada mahasiswa kedokteran yang ikut wisuda nanti pada Kamis(18/9) di Ruang Auditorium Kampur Uncen Abepura,”katanya.

Faktanya,  sampai sekarang aktivitas perkulihaan praktis terhenti dan tak ada mahasiswa Fakultas Kedokteran yang kuliah dan belajar.

Pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih dilatarbelakangi banyaknya dokter yang dibutuhkan di Papua. Pembukaannya berdasarkan pada surat Dirjen Dikti No : 3194/D/T/2002. Program Pendidikan Dokterini belum memiliki jurusan yang pararel. Selama ini hanya fokus pada  pengembangan akademik di bidang kedokteran untuk segala macam jenis penyakit. Fakultas Kedokteran terdiri dari satu Jurusan dan dua  program studi masing-masing jurusan Kedokteran Umum dan Program Ners, Ilmu Keperawatan.

Sebelumnya ada aksi tuntutan mahasiswa Fakultas Kedokteran berujuan memperbaiki kualitas guna meningkatkan sumber daya manusia dan sarana penunjang di kampus Uncen. Belakangan  diketahui FK Uncen mengalami kekurangan SDM dan prasarana.

Benyamin Lagowan,salah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran, pernah bertemu dengan Direktur Eksekutif Unit P2KP drg Aloysius Giay yang kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyampaikan keluhan mereka. Masalah yang disampaikan Logowan dan kawan-kawan antara lain fasilitas pendukung kurang, dosen-dosen mata kuliah belum memenuhi berkualifikasi, dosen-dosen belum mengajar sesuai konteks Papua, dan belum efektifnya proses perkuliahaan di Kampus FK Uncen.

Bukan hanya itu saja.  Logowan dan kawan-kawan juga menuntut perlu adanya pembenahan menajemen di Kampus, perbaikan, transparansi secara menyeluruh, dan ada pemihakan dan pengembangan sumber daya manusia(SDM) yang sungguh-sungguh terhadap mahasiswa kedokteran Uncen putra daerah.

Sayangnya, tuntutan mahasiswa belum terjawab aktivitas perkulihaan sudah tidak berjalan lagi. Sudah enam bulan Gedung Fakultas Kedokteran tertutup rapat. Hingga kini  masih terkunci dan hanya menjadi sarang laba-laba. Meja-meja kuliah penuh debu..(Jubi/dominggus a mampioper)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN UNCEN RUSAK DAN TAK TERURUS