DEWAN ADAT KEEROM GELAR PERTEMUAN, PASCA INSIDEN ARSO

share on:
Tampak pertemuan yang di gelar Dewan Adat Keerom di balai serba guna Arso 1, Kabupaten Keerom (Jubi/Indrayadi TH)
Tampak pertemuan yang di gelar Dewan Adat Keerom di balai serba guna Arso 1, Kabupaten Keerom (Jubi/Indrayadi TH)

Keerom, 17/9 (Jubi) – Dewan Adat Keerom (DAK) gelar pertemuan dengan kedua belah pihak warga yang bertikai. Pertemuan ini  melibatkan beberapa tokoh adat dari 7 distrik yang ada di Kabupaten Keerom, Rabu (17/9) siang tadi di balai desa kampung sanggaria Arso 1, guna mencari solusi penyelesaian konflik yang terjadi, Sabtu (6/9) lalu.

”Insiden ini membuat DAK harus menyelesaikan,” kata Ketua Dewan Adat Keerom, Herman Yaku dalam pertemuan siang tadi.

Menurutnya, pihak DAK mengeluarkan pernyataan yang keras bukan ditujukan kepada oknum atau komunitas tetapi untuk semua komunitas. Pihaknya juga mengeluarkan undangan kepada pihak korban pembakaran rumah untuk duduk bicara. Namun, pihak korban tidak memenuhi undangan yang telah diberikan oleh DAK.
“Tetapi harus menunggu pemerintah yang menyelesaikan permasalahan ini. Jadi itu merupakan satu pemikiran yang salah, kejadian ini terjadi di atas tanah Keerom sehingga adat harus menyelesaikan permasalahan ini sebab ini adalah dalam ruang lingkup DAK,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil ketua II Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Keerom, Ustad. Mursalim menuturkan sebagai umat beragama dalam menyelesaikan masalah harus menggunakan pikiran yang jernih dan sehat. Pihaknya juga tengah berupaya untuk menyelesaikan masalah ini, guna menjaga kebersamaan yang ada di kabupaten Keerom.
“Saya berharap semua pihak dapat menjernihkan hati pikiran guna menyelesaikan masalah serta menjaga kedamaian yang ada di Kabupaten Keerom,” kata Mursalim.

Hadir dalam pertemuan tersebut, seluruh masyarakat trans Arso 1, empat tokoh adat dari Kabupaten Keerom serta tokoh -tokoh agama se-Kabupaten Keerom. Sedangkan, untuk keluarga ataupun korban pembakaran rumah, tidak memenuhi undangan yang di gelar DAK.

Sebelumnya, Sabtu (6/9) ribuan warga di Kampung Sanggaria, Distrik Arso, Kabupaten Keerom mengamuk, delapan belas rumah dibakar dan sebagian warga mengungsi untuk mengamankan diri. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DEWAN ADAT KEEROM GELAR PERTEMUAN, PASCA INSIDEN ARSO