RIDWAN KUNCI UTAMA DUGAAN PERWIRA POLISI TERLIBAT JUDI BOLA GULING

share on:
Ilustrasi Judi Bola Guling. (http://www.beritabali.com)
Ilustrasi Judi Bola Guling. (http://www.beritabali.com)

Jayapura, 19/9 (Jubi) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan belum bisa memastikan keterlibatan salah satu perwiranya yang juga mantan Kapolres Sorong Kota, Papua Barat Ajun Komisari Besar Polisi Harry Goldenhard dalam judi bola guling di wilayah itu.

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Yotje Mende mengatakan, kunci utama untuk mengetahui hal itu adalah pemilik judi bola guling, Ridwan yang kini masih berada di Makassar.

“Saya belum bisa menyimpulkan apakah mantan Kapolres Sorong Kota ada indikasi kolusi dengan keberadaan judi yang berlindung diperijinan pasar malam di sana. Terlebih dahulu kan harus meminta keterangan pemilik lokasi itu yang kini masih di Makassar. Dia janji akan segera kembali ke Papua guna dimintai keterangan,” kata Kapolda Papua, Jumat (19/9).

Menurutnya, omset judi tersebut berkisar Rp. 50 sampai Rp. 150 juta semalam. Namun ketika penggerebekan lalu, hanya delapan arena yang buka. Barang bukti sejumlah peralatan judi bola guling dan uang tunai Rp43 juta disita polisi. “Jadi pencopotan mantan Kapolres Sorong karena tidak melaksanakan perintah pimpinan. Itu aspek disiplin. Itu bentuk tindakan tegas saya. Untuk saat ini belum ada indikasi lain,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Bambang Sutoyo. Menurutnya, Kapolda telah mengistruksikan agar tak ada judi di wilayah hukum Polda Papua. Namun Kapolres Sorong Kota kala itu tak mengindahkannya.

“Karena tidak menuruti perintah atasan, tentu akan terkena tindak disiplin berupa pencopotan. Kalau aturan disiplin itu ada di PP Nomor 2, dan Peraturan Kapolri (Perkap) 43. Kalau kode etik Perkap 14 Tahun 2011. Secara kasatmata, seorang anak buah diperintah pimpinan, tetapi tidak dilaksanakan berarti tidak disiplin,” kata Bambang.

Kata Bambang, sanksi dalam pelanggaran disiplin Polri ada beberapa jenis, misalnya penempatan tempat khusus selama 21 hari, pindah tempat tugas, penundaan pangkat, dan penundaan gaji berkala.

“Jika terbukti kolusi, jelas akan terkena pelanggaran kode etik. Kalau pidana sepertinya sulit. Kecuali pemilik lokasi itu bicara adanya keterlibatan. Itu sanksinya bukan disiplin lagi, tapi kode etik. Namun hukum tidak boleh katanya. Harus pasti,” ujarnya. (Jubi/Arjuna)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RIDWAN KUNCI UTAMA DUGAAN PERWIRA POLISI TERLIBAT JUDI BOLA GULING