Aksi Amos Rumbino Bisa Dibenarkan Juga Bisa Disalahkan

share on:
Beny Yansenem dan Stin Mebri (Jubi/Roberth)
Beny Yansenem dan Stin Mebri (Jubi/Roberth)

Jayapura, Jubi – Aksi kurang terpuji yang dilakukan pelatih Galanita Papua 1, Amos Rumbino pada final Kejurnas Galanita memperebutkan Piala Kartini antara Galanita Papua 1 dan Galanita Papua 2 yang dimenangkan Galanita Papua 2, Minggu, (21/9) di Stadion ABC Senayan Jakarta Pusat mendapat tanggapan dari mantan pemain Persipura era 70-an, Beny Yansenem.

Kepada tabloidjubi.com, Senin, (22/9) di Jayapura, Beny Yansenem mengatakan, apa yang dilakukan Amos Rumbino bisa dibenarkan, bisa juga disalahkan. Benar dengan alasan Amos Rumbino merujuk pada regulasi yang berlaku soal penggunaan pemain dengan usia lanjut atau membatasi umur.

“Amos Rumbino bisa disalahkan karena mengapa tidak dari awal dia memprotesnya,” kata Beny Yansenem, di Kantor KONI Papua, APO Jayapura.

Dari kejadian memalukan itu, Beny Yansenem menduka bahwa selama ini pemain, pelatih dan manajer tidak dewasa dalam berolahraga. “Padahal sepakbola di Papua sudah profesional,” katanya.

Namun kata Beny, jika berkembang alasan lain dimana Amos mempersoalkan enam pemain Lany Jaya ke tim Galanita Papua 2 yang katanya tim Lany Jaya pernah diskor oleh Komdis Asosiasi PSSI Papua. Untuk hal ini lanjut Beny mengapa hingga tim Galanita Papua 2 harus menggunakan pemain hasil seleksi.

Menanggapi hal itu, Ketua Galanita Asosiasi PSSI Papua, Stin Mebry mengatakan pihaknya waktu itu mendapat surat dari Badan Liga PSSI dimana seluruh Provinsi boleh mengirim dua tim yakni juara 1 dan juara 2 dari hasil kompetisi Galanita. Namun lanjut Mebry, bisa juga yang yang juara 2, bisa diseleksi sesuai kebutuhan daerah.

Kendati demikian mengomentarai persoalan aksi Amos Rumbino di lapangan hijau itu, Stin Mebry enggan berkomentar. “Saya tidak mau komentar. Tanya pada ketua umum PSSI Papua,” kata Mebry di Kantor KONI Papua.

Ketua Komdis Asosiasi PSSI Papua, Stev Dumbon mengatakan, kalau pemantikan dari aksi Amos Rumbino akibat dirinya memprotes enm pemain Lany Jaya yang perkuat Galanita Papua 2.

Menurut Stev, Amos Rumbino berargumen bahwa keenam pemain itu sudah diskor Komdis PSSI Papua beberapa waktu lalu saat kompetisi di Jayapura-Papua. Stev Dumbon membenarkan kalau yang di skor ketika itu bukan pemainnya, akan tetapi klub.  (Roberth Wanggai)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aksi Amos Rumbino Bisa Dibenarkan Juga Bisa Disalahkan