Bupati Paniai Warning Pemilik Helikopter Tak Angkut PSK dan Miras

share on:

Helikopter mendarat di salah satu lokasi pendulangan emas Degeuwo. (sampari.blogspot.com)
Helikopter mendarat di salah satu lokasi pendulangan emas Degeuwo. (sampari.blogspot.com)

Paniai, Jubi – Maraknya peredaran minuman keras (Miras) dan Perempuan Seks Komersial (PSK) di sejumlah lokasi pernambangan emas traisional di Degeuwo, Kampung Nomouwodide, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua, bakal dibersihkan.

“Kami akan cabut ijin usaha dari pengusaha helikopter dan perusahaan yang mendatangkan Miras dan pramuria (PSK) ke Degeuwo,” kata Bupati Paniai, Hengki Kayame kepada tabloidjubi.com di Enarotali, Paniai, Kamis (25/9).

Menurut Kayame, larangan Miras sudah diberlakukan di Enarotali dan Paniai secara umum sejak tahun lalu. “Degeuwo bagian dari Paniai, jadi di sana tidak boleh ada Miras dan PSK. Kita akan stopkan itu semua. Pengusaha harus patuhi Peraturan Bupati (Perbup) untuk tertibkan Degeuwo,” tutur Kayame.

Penegasan sama disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Sistem Pertambangan dan Peraturan Bupati Paniai, Selasa (16/9) pekan lalu di aula Uwatawogi Enarotali. Kata Bupati, siapapun yang punya kepentingan di Degeuwo segera siap-siap sebelum Perbup diberlakukan.

Kepada pemilik helikopter dan pengusaha yang hadir saat itu, Bupati minta teruskan kepada sesama lainnya. “Begitu saya turunkan Perbup, tidak ada kompromi lagi, semua ijinnya harus dicabut. Kami akan atur dan semua harus patuhi, bukan kami buat-buat, tetapi itu sesuai amanat UU Minerba,” tegas Bupati Paniai.

Pemilik PT Solomon, Martha Asmuruf mengaku selama ini tidak pernah punya niat untuk membuka usaha miras apalagi mendatangkan PSK. “Saya sebagai perempuan asli Papua, tidak mungkin berpikiran jahat begitu. Tuhan tahu apa yang saya kerjakan,” kata Ibu Martha.

Di Bayabiru, ia membuka usaha dengan karyawannya semua putra Papua. Ia juga mendirikan satu Gereja. “Saya bangun gereja untuk kami bisa ibadah di situ,” ucap perempuan asal Ayamaru ini.

Bupati juga sepakat dengan tuntutan masyarakat Degeuwo, juga yang disuarakan LPMA SWAMEMO, Dewan Adat Paniai, LSM, Gereja dan pihak lain yang selama ini prihatin dengan kondisi di lokasi pertambangan.

“Saya mendengar itu semua, dan setelah setahun menjabat, saya bersama Wakil Bupati, Yohanes You, sudah siap tertibkan Degeuwo. Kami dua tidak tinggal diam, Perbup akan segera berlaku dan tim terpadu siap laksanakan, sehingga semua pihak wajib patuhi aturan,” tutur Bupati Hengki Kayame.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Paniai, Alberth Kayame, ST, MT, mengatakan, Perbup yang sedang digodok siap diterbitkan dan bersama instansi teknis terkait lain akan segera melakukan penertiban kawasan pertambangan Degeuwo.

Alberth menambahkan, penertiban terhadap semua jenis usaha dan perusahaan tersebut pada akhirnya bisa menjawab harapan dan rintihan berbagai pihak terhadap berbagai persoalan di sepanjang Sungai Degeuwo. (Markus)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bupati Paniai Warning Pemilik Helikopter Tak Angkut PSK dan Miras