Pindah Lokasi, SD Inpres Mulele Alami Banyak Kendala

share on:
Lokasi SD Inpres Mulele Wamena yang baru di Jalan Hom-Hom – Jubi/Islami
Lokasi SD Inpres Mulele Wamena yang baru di Jalan Hom-Hom – Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Rencana relokasi SD Inpres Mulele seiring akan dilakukan perpanjangan run way Bandara Wamena, ternyata banyak terjadi kendala yang dialami pihak sekolah.

Meski sudah langsung mendapatkan lokasi dan bangunan di Jalan Hom-Hom, tepatnya di samping Kampus II Yapis Wamena, namun pihak sekolah harus menjalani pindah tempat dengan banyak persoalan yang dialami.

Baik itu dari segi bangunan, kebutuhan murid dan guru di sekolah, letak atau lokasi yang cukup jauh membuat para guru maupun orang tua murid merasa cukup keberatan.

Pelaksana tugas Kepala Sekolah SD Inpres Mulele, Selviana Waromi ketika ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (25/9) mengatakan, kepindahan SD Mulele ke Hom-hom saat ini masih terdapat banyak kekurangan yang harus dibenahi oleh pihak sekolah.

Dikatakan, kekurangan pada tempat yang baru diantaranya ruang kelas yang tidak cukup bagi anak-anak sekolah, perumahan guru yang belum sepenuhnya lengkap.

“Ada banyak kekurangan, kami butuh 6 ruang kelas lagi karena kami punya murid sekarang 525 murid, lalu rumah guru masih kurang tapi belum ada lampu, sanitasi dan hari ini hari keempat menempati sekolah baru kami mau buang air dimana karena belum disiapkan,” kata Selviana.

Dikatakan, kekurangan ruang kelas pada gedung bangunan yang baru mengakibatkan murid-murid kelas 4 menjadi korban dan tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti halnya anak sekolah yang lain, selain itu masalah pagar dan halaman bermain yang belum ditata baik, namun dengan swadaya orang tua murid, maka pihak sekolah telah berbenah kepada lingkungan sekolah yang baru.

Dijelaskan, banyak masalah yang telah dihadapi pihak sekolah pasca kepindahan ke gedung baru, dimana lokasi yang ditempati masih dipermasalahkan oleh orang-orang yang memiliki hak ulayat tanah sekolah.

“Orang-orang yang punya tanah itu datang terus dan mereka bilang pemerintah belum bayar itu dan ini, tapi kami tetap pada prinsip dan tugas guru untuk mengajar jadi masalah penyelesaian itu masalah pemerintah, jadi saat ini kami belum belajar dengan baik dan untuk anak-anak belum merasa nyaman,” jelas Selviana.

Dikatakan, keperluan ruangan yang dibutuhkan saat ini ialah sebanyak 12 ruangan kelas namun kenyataan hanya 7 ruangan kelas yang tersedia sehingga membuat terlantar anak-anak lain dalam arti tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.

Dirinya mengatakan, kepindahan sekolah SD Mulele ke Hom-Hom membuat banyaknya komentar dan keluhan yang dilontarkan oleh orang tua murid, dimana mereka menyampaikan bahwa jaraknya yang sangat jauh dan hal ini membuat murid-murid banyak yang pindah sekolah mengakibatkan murid dari 525 berkurang hingga 485 murid.

“Karena jauh banyak banyak murid yang pindah, padahal hamper semua tinggalnya didalam kota,” ungkap Selviana.

Dikatakan, melihat hal ini pihaknya telah menyurat kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini dinas terkait untuk menaggulangi hal-hal yang menjadi kendala terhambatnya satu kelas yang tidak mengikuti proses belajar-mengajar dengan baik.

Ditambahkan, selama pemindahan ke lokasi yang baru, pihak sekolah telah meliburkan para siswa dan pada hari senin kemariun baru bias melaksanakan proses belajar mengajar, dimana hingga hari keempat banyak barang yang belum dapat dipindahkan ke gedung yang baru.

“Banyak barang yang belum kami pindahkan, sekarang saja barang yang kami bawah haya ditumpuk dalam satu ruangan, bagaimana dengan barang yang lain,” kata Selviana.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Jayawijaya, Yohanis Walilo ketika dikonfirmasi menjelaskan, pemindahan SD Mulele merupakan rencana pemerintah dalam hal pengembangan Bandara Wamena yaitu perpanjangan run way, dimana bandara Wamena akan direncanakan ditingkatkan statusnya.

“Kalau untuk SD Mulele sudah kami pindahkan dan sudah mulai sekolah disana di tempat baru di Hom-Hom, sudah satu minggu lalu kami perintahkan dan sudah dilaporkan tadi dalam proses belajar megajar,” kata Walilo.

Dijelaskan, tujuan pembangunan dan perpanjangan run way Bandara Wamena agar dapat didarati oleh pesawat-pesawat yang jenisnya lebih besar, sehingga dapat mempermudah keberangkatan para penumpang hingga keluar papua.

Dalam tahap pembangunannya, lanjutnya, pemerintah Jayawijaya memiliki hak untuk melakukan pembebasan tanah dan pembangunannya akan dibantu dari tingkat provinsi papua dan pusat.

“Lokasi dan bangunan yang ada di sekitar SD mulele akan di bongkar, sebelumnya pemerintah daerah telah melakukan kopensasi terhadap pemilik rumah dan warga yang tinggal di sekitar SD Mulele,” kata Sekda Jayawijaya.

Ditambahkan, sejauh yang pemerintah tahu pemindahan SD mulele hanya dihadapi oleh masalah lokasi tanah yang ada disamping lahan sekolah dimana pihak pemerintah sedang membicarakan dengan yang punya hak wilayah dan tentang pembongkaran dan penutupan jalan patimura belum ada perintah untuk membongkar karena masih menunggu pengerjaan jalan bantu dari jalan Gatot Subroto menuju jalan JB Wenas. (Islami)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pindah Lokasi, SD Inpres Mulele Alami Banyak Kendala