7 Nara Pidana Lapas Merauke Kabur

share on:
Kalapas Merauke, Dwi Santoso. (JUBI/Kobun)
Kalapas Merauke, Dwi Santoso. (JUBI/Kobun)

Merauke, Jubi– Sebanyak tujuh narapidan penghuni i Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merauke, kabur Jumat (26/9) sekitar pukul 05.00 WIT. Mereka adalah Tomy Leo Bahok, Thomas Nuangka, Feri Anderson Momogim, Adhe Eksan, Herikson Melianus Heron, Chandra Rido Walewawan, dan Doni Donatus Bapaimu. Diduga, mereka bisa kabur karena petugas Lapas Merauke lengah.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Merauke, Dwi Santoso, saat ditemui tabloidjubi.com di ruang kerjanya, Jumat (26/9), membenarkan kaburnya tujuh tahanan tersebut yang telah berstatus sebagai narapidana.

Dikatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari staf di Lapas Merauke bahwa  tujuh narapidana telah kabur. Para napi itu kabur dengan menggergaji besi di kamar tahanan dan   mengikat beberapa sarung untuk dijadikan alat melewati tembok yang sangat tinggi.

“Dengan perantara beberapa sarung yang diikat, ketujuh orang tersebut berhasil memanjat tembok dan melarikan diri,” kata Dwi Santoso, Jumat (26/).

Dwi mengaku, jumlah penjaga di Lapas Merauke selama ini memang kurang. Hal itu membuat penjagaan kurang maksimal.

Menurut Santoso, ketujuh napi yang kabur berasal dari beberapa kamar. “Diduga ada seorang napi yang berperan sebagai  pendamping. Dialah yang mungkin sebagai perantara membantu para napi kabur,” kata Dwi.

Ditambahkan, pihaknya telah melaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM di Papua termasuk melakukan koordinasi bersama Polres Merauke untuk mengejar tujuh tahanan yang kabur.

Secara terpisah Kapolres Merauke, AKBP Sri Satyatama, membenarkan telah mendapatkan laporan jika ada nara pidana  kabur. “Saya baru dapat laporan sekitar pukul 11.00 WIT. Polisi akan ikut membantu melakukan pengejaran ,” tandasnya. (Frans L Kobun)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  7 Nara Pidana Lapas Merauke Kabur