RUU Otsus Plus Batal Disahkan

share on:

 

Tim Asistensi Papua Bersama Baleg DPR RI  saat membahas Draft RUU Otsus Plus, Rabu (24/9). (Foto: Istimewa)
Tim Asistensi Papua Bersama Baleg DPR RI saat membahas Draft RUU Otsus Plus, Rabu (24/9). (Foto: Istimewa)

Jayapura, Jubi – Perjuangan tim asistensi pemerintah daerah untuk memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Otonomi Khusus Plus akhirnya kandas. Pasalnya DPR RI periode saat ini (2009-2014) tak memiliki waktu untuk membahasnya.

“Ini berarti fraksi DPR bukan menolak seperti yang pernah diberitakan, tetapi meminta agar dilakukan recovery untuk dilanjutkan oleh periode DPR berikut. Jadi tahap satu sudah selesai dan kita memasuki tahap dua atau tahap pengambilan keputusan,” kata Juru Bicara Tim Asistensi RUU Otsus Plus bagi pemerintahan di Tanah Papua, Yunus Wonda saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Senin (29/9) malam.

Sesuai jadwal pada Selasa (30/9) besok akan dilakukan sidang paripurna dengan agenda pengambilan keputusan. Akibat waktu pembahasan yang cukup singkat di DPR RI, akhirnya RUU Otsus Plus tidak bisa dibawa dalam sidang paripurna.

Menanggapi itu, Wonda mengatakan perjuangan belum berakhir, karena tahapan proses hingga pengesahan akan terus dilakukan.

“Kita tidak boleh berada dalam posisi pesimis, tapi kita harus yakin ini adalah agenda nasional dan akan dibawa dalam sidang paripurna periode berikutnya,” katanya.

Menurutnya, seluruh mekanisme tahap satu sudah dilakukan. Mulai dari harmonisasi dengan Kementerian, lembaga hingga tahap pembahasan di badan legislasi (Baleg) sudah dilakukan sesuai prosedur. Kini memasuki tahap kedua.

“Baleg berjanji akan terus mengawal hingga RUU ini disahkan, dan tidak akan ditolak sama sekali,” kata Wonda

Pada Senin (29/9) pagi, pihak DPR RI dan DPD telah menyerahkan Daftar Inventaris Masalah (DIM) ke pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri untuk hal hal apa yang perlu ditambah atau diperbaiki.

Sebelumnya, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib, mengungkapkan pemerintah Indonesia melalui DPR RI, dapat dikatakan membunuh Orang Asli Papua (OAP) jika sampai menolak draft Otonomi khusus Plus yang diajukan pemerintah provinsi Papua.

“Kalau tidak menerima, tidak disahkan pada 30 November nanti, orang Indonesia punya niat bunuh orang Papua,” kata Timotius Murib. (Alexander Loen)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RUU Otsus Plus Batal Disahkan