Namah : Saya Seorang Jutawan Sebelum Berpolitik

share on:
Belden Namah (pngecho.com)
Belden Namah (pngecho.com)

Jayapura, Jubi : — Belden Namah, pemimpin Oposisi Papua Niugini mengatakan dia adalah seorang jutawan kayu dan kelapa sawit sebelum ia menjadi politikus.

“O’Neill sangat menyadari tentang ini.” kata Namah, Selasa (1/10).

Namah merasa perlu menjelaskan pada publik Papua Niugini mengenai dana K50 Juta (US$ 20 Juta) yang dipertanyakan oleh Peter O’Neill. Perdana Menteri Papua Niugini telah melaporkan Belden Namah pada Komisi Ombudsman, sehubungan dana kampanye partai politiknya dalam Pemilu 2012.

Menurut Namah, O’Neill pernah bertanya mengenai motivasinya menjadi anggota parlemen Papua Niugini.
“Mengapa anda harus menjadi anggota parlemen kalau anda dapat bersantai dan menikmati apa yang ada di sini?” kata Namah mengulang pertanyaan O’Neill.

Namah mengaku ia sendiri yang mengantar O’Neill keliling Vanimo untuk melihat bisnis kayu dan kelapa sawitnya.

“Semua orang tahu saya sudah melakukan bisnis sebelum saya menjadi anggota parlemen. Bukan rahasia.” kata Namah.

Namah menantang O’Neill membuka kepada publik, setiap bisnis dimana dia terlibat didalamnya. Ia menuding O’Neill  menyerang Komisi Ombudsman dengan mempertanyakan keputusan komisi yang tidak menyelidiki K50 juta dana pemilu partainya yang dilaporkan O’Neill.

“Saya katakan, agar diketahui rakyat negeri ini, bahwa dana kampanye partai saya tahun 2012 tidak sedikitpun melibatkan satu toya dana publik.” tegas Namah.

Dan untuk dana ini, Namah yakin, ia tidak bertanggungjawab kepada Peter O’Neill. Namun jika ada otoritas negara yang akan melakukan penyelidikan, Namah akan bekerjasama dengan mereka.

Pemimpin Oposisi yang berasal dari Vanimo ini mengatakan kritiknya terhadap gaya kepemimpinan O’Neill tidak memberi hak pada O’Neill untuk meminta lembaga negara independen mengejarnya.

“Komisi Ombudsman adalah kewenangan konstitusional yang independen dan netral, yang layak dihormati secara mutlak oleh kita semua, termasuk Peter O’Neill.” tambah Namah.

O’Neill, sebelumnya mengatakan pada Ketua Ombudsman, kegagalan Ombudsman untuk menyelidiki klaimnya atas Namah telah membuat pertanyaan mendasar tentang keadilan dan ketidakberpihakan pada Komisi Ombudsman di negara yang ia pimpin.

“Hal ini adalah subyek dari kepentingan publik yang besar, yang menjamin Komisi Ombudsman melakukan penyelidikan. Komisi Ombudsman seharusnya tidak mengabaikan pengaduan masyarakat, yang telah diajukan dan merujuk kepada Otoritas lain untuk penyelidikan.” tambah O’Neill. (Victor Mambor)

Tags:
Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Namah : Saya Seorang Jutawan Sebelum Berpolitik