Pembelian KM Kolepom Star Milik Pemkab Merauke Senilai Rp19 Miliar

share on:
Kepala Dinas Perhubungan Merauke, Jakobus Duwiri sedang tunjuk contoh kapal milik pemerintah setempat. (Jubi/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Yakobus Duwiri mengatakan, pembelian kapal yang diberi nama KM Kolepom Start jenis LCT yang akan digunakan untuk masyarakat di empat distrik di Pulau Kimaam, yakni Distrik Kimaam, Waan, Tabonji dan Ilwayab, menghabiskan anggaran yang bersumber dari APBD senilai Rp19 miliar.

Menurut Duwiri, kapal yang akan digunakan dan atau dimanfaatkan untuk mengangkut masyarakat maupun barang dari kampung-kampung di empat distrik tersebut, sudah selesai dikerjakan. Tinggal saja, menunggu penyelesaian beberapa administrasi terlebih dahulu.

“Memang ada beberapa administrasi yang harus dilengkapi seperti gambar kapal sesuai permintaan dari Kementerian Perhubungan RI. Selain itu, surat dari notaris sebagai kekuatan hukum terhadap kapal dimaksud. Khusus dari kementerian, persyaratannya telah dilengkapi. Hanya masih sedang diselesaikan adalah administrasi dari notaris,” kata Duwiri kepada Jubi di ruang kerjanya, Rabu (1/10).

Pengadaan kapal itu, kata Duwiri, tidak lain untuk membantu memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat di Pulau Terapung Kimaam. Selama ini, mereka kesulitan memasarkan potensi alam yang dipanen. Dengan demikian, kapal tersebut dapat menjawab apa yang menjadi keinginan masyarakat. Apalagi hanya transportasi laut menjadi satu-satunya fasilitas bagi warga dari keempat distrik.

Dikatakan, dirinya juga baru ditelpon oleh Bupati Merauke, Romanus Mbaraka untuk menanyakan tentang berbagai administrasi kapal. “Saya sudah sampaikan kepada Pak Bupati Merauke bahwa masih ada satu dua surat yang sedang dalam proses. Sesuai rencana, kami akan kembali ke tempat pembuatan kapal di Samarinda dalam beberapa hari ke depan,” tuturnya.

Duwiri menambahkan, pihaknya juga akan memberikan masukan dan pertimbangan kepada Bupati Merauke agar kapal tersebut, sebaiknya dikelola oleh pihak ketiga. “Saya yakin jika dikelola swasta, maka akan memberikan kontribusi lebih baik,” katanya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan, komitmennya untuk membeli kapal itu agar masyarakat dapat memasarkan potensi alamnya. Selama ini, mereka hanya mendayung perahu secara manual dari satu kampung ke kampung lain untuk mengunjungi keluarga.

“Ya, dengan kapal dimaksud, tentu akan memberikan manfaat besar, termasuk bagaimana agar hasil alam mereka dapat diangkut ke Kota Merauke untuk dijual,” tegasnya. (Frans L Kobun)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pembelian KM Kolepom Star Milik Pemkab Merauke Senilai Rp19 Miliar