Kanaki Boikot Pembahasan Noumea Accord

share on:
Bendera Pembebasan Kanak (IST)
Bendera Pembebasan Kanak (IST)

Jayapura, Jubi – Menteri luar negeri Prancis, George Paul-Langevin, mengatakan dia menyesal karena Kelopok Pro Kemerdekaan Kanak, Caledonian Uni memutuskan untuk memboikot pembicaraan tentang referendum Kanaki, minggu ini di Paris.

Partai pro-kemerdekaan ini menarik diri dari pembahasan tahunan dekolonisasi antara Perancis dan Kanaki karena ketidaksepakatan tentang siapa yang nantinya terlibat dalam referendum kemerdekaan Kanaki.

Pau-Langevin mengatakan proses pembahasan tidak dapat dihentikan dengan cara menjauh dan mengingkari nilai-nilai yang telah orang-orang yang terlibat sebelumnya dalam pembahasan rencana referendum dalam Noumea Accord.

“Beberapa langkah harus diambil terhadap penyelenggaraan plebisit.” kata Lavengin (1/10).

Sementara Caledonian Uni memutuskan untuk menarik diri dari pembicaraan tersebut karena tidak setuju dengan perubahan dari daftar pemilih. Para pemilih yang terlibat dalam referendum nanti, dibatasi untuk orang yang tinggal di Kanaki setidaknya sepuluh tahun sebelum tahun 1998, saat Noumea Accord ditandatangani.

Dilaporkan oleh Radio New Zealand, sekarang kelompok pro-kemerdekaan ingin memastikan bahwa hanya orang-orang Kanaks dan penduduk yang telah lama berdomisili di Kanaki yang boleh memilih. Caledonian Uni juga menuntut pendekatan yang lebih nyaman.

Perancis, menurut kelompok pro-kemerdekaan Kanak terbesar ini, telah 15 tahun memilah daftar pemilih referendum. Hal ini tidak menyenangkan bagi kelompok pro-kemerdekaan sehingga mereka memutuskan menarik diri dari pembicaraan di Paris Partai Caledonian Uni memutuskan untuk pergi ke New York dan berbicara dengan PBB yang mengikuti proses decolonisasi untuk Kanaki ini.

Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls yang direncanakan memimpin pembahasan referendum ini juga menyayangkan keputusan partai Caledonian Uni.
“Ini telah memperingatkan kita bahwa referendum yang ditugaskan pada Kongres untuk dilakukan tahun 2018, akan sia-sia jika masalah tidak diselesaikan.” kata Manuel Valls. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kanaki Boikot Pembahasan Noumea Accord