MBC akan Gelar Kejuaraan Angkat Berat ‘Dominggus Sarwa’ Cup

share on:
Dominggus Sarwa ketika berjaya sebagai atlet angkat berat. (Jubi/Roberth)
Dominggus Sarwa ketika berjaya sebagai atlet angkat berat. (Jubi/Roberth)

Jayapura, Jubi – Dalam rangka mengenang jasa Dominggus Sarwa sebagai lifter angkat berat terbaik dan terkuat di Papua dan di Indonesia, pengurus Mandala Barbell Club (MBC) Kota Jayapura, Papua,  akan menggelar kejuaraan terbuka angkat berat ‘Dominggus Sarwa Cup’.

Pembina MBC Kota Jayapura, Noack Baransano kepada Jubi, di Mandala Kota Jayapura, Senin (6/10) pagi, mengatakan kegiatan tersebut terinspirasi oleh besarnya jasa Dominggus Sarwa dalam mengharumkan nama Papua dan Indonesia. Di sisi lain,  kondisi atlet angkat berat  saat ini belum ada yang punya potensi seperti almarhum Dominggus Sarwa.

“Mungkin lewat kejuaraan ini akan memberi inspirasi bagi atlet Papua untuk bisa seperti almarhum. Selain itu,juga untuk mengenang jasa almarhum Dominggus Sarwa,”ujar Baransano yang juga teman seangkatan bersama almarhum.

Menurut Baransano,  pada kejuaraan tersebut, Provinsi Papua Barat akan hadir. “Saya sudah kontak mereka. Cuma sekarang terkendala dengan dana. Karena kita berusaha dengan dana sendiri. Tidak ada sponsor utama. Hanya dengan proposal dengan meminta sumbangan sukarela,” kata anggota  Dewan Penasehat Pengprov PABBSI Papua itu.

Almarhum Dominggus Sarwa pada PON XI di Jakarta meraih medali emas untuk Papua di kelas 90 kg. Setelah itu almarhum pindah ke Jawa Timur (Jatim) karena alasan tugas sebagai TNI AD.

“Di Jatim pada PON Palembang Sumatera Selatan, dalam keadaan sakit, almarhum ikut bertanding dan meraih medali emas bagi Jatim. Setelah bertanding Sarwa langsung dilarikan ke rumah sakit,”kenang Noack Baransano.

Pengalaman lain yang sempat dikenang Baransano adalah saat timnas angkat berat  tahun 1989 berlaga di Singapura dan Adeleide Sydney Australia. Prestasi dunia pada Kejuaraan Dunia Junior tahun 1985 setelah PON, almarhum urutan kelima di Jerman. Dan pada kejuaraan Asia di India, Sarwa meraih medali emas.

“Waktu kami di Australia sama-sama meraih medali perak waktu itu almarhum main di kelas 100 kg.  Almarhum Dominggus Sarwa meninggal di Numfor tanggal 8 Juli 2013 karena sakit. Seharusnya tanggal 8 Juli 2014 kemarin, bertepatan dengan setahun meninggalnya Dominggus Sarwa kami mau memperingatinya. Namun, karena  dana yang tidak ada, peringatan itu tidak jadi. Mudah-mudahan nanti  dirayakan tanggal 10 November (hari pahlawan),”katanya lagi.

Mantan atlet binaraga dan angkat berat tahun 1992-2007, Rony Buiney, menilai saat ini di Papua bibit atlet banyak,tetapi terkendala oleh minimnya sarana.

“Yang paling utama tidak punya klub-klub. Maka, perlu dibentuk klub-klub, Juga pelatih muda perlu ditatar untuk ikut bentuk klub di daerah. Sebab, kita tidak bisa latihan di alam. Latihan harus menggunakan alat yang baik,”ujar Rony Buiney sembari menilai positif kejuaraan terbuka Dominggus Sarwa Cup tersebut. (Roberth Wanggai)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MBC akan Gelar Kejuaraan Angkat Berat ‘Dominggus Sarwa’ Cup