Korban Krisis Bougainville Butuh Penanganan Mental

share on:
Konflik di Bougainville, PNG menyisakan trauma hingga saat ini (ifongroka.blogspot.com)
Konflik di Bougainville, PNG menyisakan trauma hingga saat ini (ifongroka.blogspot.com)

Jayapura, Jubi – Menteri Kesehatan Daerah Otonomi Bougainville di Papua Niugini (PNG), Rose Pihei prihatin dengan kesehatan mental para korban kirisi di Bougainville.

Kata Pihei, masala ini adalah salah satu isu yang membutuhkan perhatian dari kedua pemerintah (Bougainville dan PNG) untuk membantu rakyat Bougainville.
“Anda lihat, Bougainville tidak seperti provinsi lain di PNG karena banyak masalah di sini yang tidak dialami oleh bagian lain dari negara ini,” kata Pihei.

Pihei menyebutkan masalah terbesar yang mempengaruhi pemerintahnya adalah masalah mental. Dia mengatakan orang-orang yang terkena dampak mental akibat krisis ini tidak menjalani kehidupan normal setelah krisis dan itu adalah tanggungjawab para pemimpin PNG.
“Masalah ini harus ditangani sebab Bougainville siap untuk referendum tahun depan. Masa depan yang kita inginkan untuk Bougainville harus didasarkan pada pemikiran yang masuk akal,” katanya.

Akhir bulan September lalu, Menteri Perencanaan Pemerintah Nasional PNG, Charles Abel telah berkunjung ke Daerah Otonomi Bougainville ini. Dalam kunjungan ini, Mentri Abel meresmikan beberapa proyek pembangunan. Salah satu yang diresmikan adalah kantor PMU (Unit Manajemen dan Pemantauan Proyek), yang berfungsi mengelola dan memonitor semua proyek di Bougainville di bawah SIF (dana Intervensi khusus dari Pemerintah PNG).

Pemerintah PNG selama ini berkewajiban menyalurkan dana Intervensi khusus senilai K500 juta dengan K100 juta angsuran setiap tahun kepada Pemerintah Otonomi Bougainville untuk mempersiapkan pembangunan di wilayah otonomi tersebut hingga saat referendum dilakukan oleh penduduk Bougainville. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Korban Krisis Bougainville Butuh Penanganan Mental