Pariwisata Pasifik Rambah Australia

share on:
Ilustrasi (IST)
Ilustrasi (IST)

Jayapura, Jubi – Setelah sukses dalam penjualan perdana paket wisata Pasifik Selatan (South Pasific Tourism Exchange/SPTE) di Selandia Baru tahun ini, paket wisata ini akan memperluas expansinya ke Australia.

“Kami akan menjual pasar pariwisata Pasifik di Australia pada bulan Juni tahun depan.” kata Ilisoni Vuidreketi, dari Organisasi Pariwisata Pasifik Selatan (SPTO) di Suva, Selasa (7/10), seperti dilaporkan Fiji Times.

Vuidreketi mengatakan respon positif dari pembeli dan penjual di Selandia Baru tahun ini menjadi alasan utama untuk melakukan expansi penjualan di Australia.

Vuidreketi mengatakan lebih dari 50 peserta pameran yang berasal dari 16 negara-negara Kepulauan Pasifik akan menjadi bagian dari pameran. Dan sekitar 60 pembeli internasional dari negara-negara Eropa dan pasar negara berkembang seperti China akan datang.

“Selain menampilkan Pasifik di pameran 2014 kami, kami menerima respon dari para peserta. Mereka mengatakan jaringan adalah kesempatan besar yang tidak akan pernah bisa diduga.” tambah Vuidreketi.

CEO SPTO ini mngakui sejumlah peserta di Auckland telah meminta mereka memperpanjang waktu penjualan. Permintaan ini mendorong mereka untuk membuat rencana penjualan yang lebih baik di tahun 2015 nanti.

Dalam hal penjualan tahun 2014, SPTO mengklaim sebagian besar peserta (76 persen) melaporkan bahwa mereka mampu membangun hubungan dengan agen wisata dengan 18 persen benar-benar telah membangun bisnis baru dengan para agen wisata. Sedangkan sisanya sudah menikmati beberapa kemitraan dengan agen wisata. Mereka datang ke acara penjualan untuk menciptakan kesempatan dan memperkuat hubungan.

“Kami memiliki total dari 1300 potensi bisnis selama SPTE 2014 dan mengantisipasi respon yang lebih tinggi ketika kami tiba di Australia untuk SPTE 2015.” Vuidreketi.

Salah satu wilayah di Pasifik yang giat menjual pariwisatanya French Polinesia. Dalam satu konferensi pariwisata di wilayah ini, diyakini French Polinesia akan mengalami lonjakan wisatawan tahun 2015. Industri pariwisata French Polinesia telah berjuang selama bertahun-tahun dengan perkiraan tahun ini akan mencapai 180.000 pengunjung.

Tapi Menteri Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata French Polinesia, Jean-Christophe Bouissou, mengatakan dalam konferensi mereka ingin meningkatkan angka 180.000 ini menjadi 200.000 wisatawan pada tahun 2015.

Bouissou mengatakan French Polinesia Prancis memiliki banyak kelebihan sebagai tujuan wisata, termasuk kekebalan terhadap banyak konflik global yang terjadi saat ini. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pariwisata Pasifik Rambah Australia