PBB Diminta Mediasi Kanaki dan Perancis

share on:
Roch Wamytan tokoh pro-kemerdekaan Kanaki (Victor Mambor)
Roch Wamytan tokoh pro-kemerdekaan Kanaki (Victor Mambor)

Jayapura, Jubi – Partai pro-kemerdekaan utama Kanaki telah meminta PBB untuk menjadi mediator resmi dalam pembicaraan dengan Perancis dalam rangka penyelenggaraan referendum yang adil dan transparan di Kanaki tahun 2018.

Permintaan ini disampaikan oleh Roch Wamytan di Kantor PBB di New York, Selasa (8/10). Wamytan merupakan salah satu penandatangan Noumea Accord 1998.

Mr Wamytan, yang pernah menjabat sebagai Presiden Kanaki dan Front Pembebasan Kanak (FLNKS), mengatakan kelompoknya sudah lima kali mengungkapkan keprihatinannya mereka tentang daftar pemilih yang cacat kepada PBB.
“Masalah ini sebagai pusat semua pertempuran dalam setiap kasus dekolonisasi.” kata Wamytan.

Dia mengatakan sekarang proses referendum mengalami kebuntuan karena hasil pertemuan para pemimpin Kanaki dan Perancis di Paris pekan lalu ditangguhkan.

Pemimpin Kanak lainnya, Daniel Goa, mengatakan kecurangan dalam referendum nanti telah dikombinasikan dengan kebijakan imigrasi besar-besaran dengan tujuan meminggirkan orang-orang Kanak.

Perdana menteri Prancis, Manuel Valls, berencana mengunjungi Noumea, ibukota Kanaki dalam waktu dekat ini. Usai pertemuan para pemimpin Kanaki di Paris, Valls mengatakan pembicaraan dengan para pemimpin Kanak memberikan hasil positif, meskipun pertemuan ini ditandai dengan kepergian mendadak delegasi anti-kemerdekaan terkemuka, Pierre Frogier. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PBB Diminta Mediasi Kanaki dan Perancis