Freeport Diminta Periksa Kesehatan Pekerja Secara Rutin

share on:
Proses evakuasi korban tabrakan antara dua mobil milik Freeport, Haul Truk TPY 785 bernomor 220 dengan mobil LWB bernomor badan 01 2740 R di Grasberg, Timika, Papua, Sabtu (26/9). Foto: Tri Puspita
Proses evakuasi korban tabrakan antara dua mobil milik Freeport, Haul Truk TPY 785 bernomor 220 dengan mobil LWB bernomor badan 01 2740 R di Grasberg, Timika, Papua, Sabtu (26/9). Foto: Tri Puspita

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Papua, Bangun Manurung, meminta PT Freeport Indonesia untuk memeriksa pekerjanya secara rutin, mengingat belakangan ini sering terjadi kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa di areal tambang.

Freeport juga diminta untuk memastikan di saat-saat akhir pekan Standard Operating Procedures (SOP) dapat dilakukan dengan baik di lapangan.

“Pemeriksaan rutin itu perlu, sehingga bisa diketahui kondisi pekerja apakah dalam keadaan sehat untuk menjalankan  pekerjaan itu atau tidak,” kata Bangun Manurung kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Jumat (10/10).

Tentang kecelakaan kerja di Freeport yang terjadi baru-baru ini, Manurung menilai hal  itu murni kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia (human error).

“Ini berdasarkan pemeriksaan kami di lapangan,” katanya.

Saat ditanya human error-nya seperti apa,  Manurung menjelaskan bahwa ketika operator haul truck (HT) ingin berbelok, operator tersebut hanya terfokus pada orang yang ingin menyebarang, sementara dari arah depan ada truk lainnya yang lewat.

“Jadi, memang pada saat ingin berbelok, sopir HT hanya fokus pada pejalan kaki, sementara mobil berhenti di sisi kiri jalan. Dari depan ada truk lewat, tetapi sopirnya hanya fokus pada penyeberang,” kata Manurung.

Manurung mengatakan, mengenai pembayaran asuransi, pihaknya tidak mengetahui mekanismenya. Sebab, kecelakaan yang menyebabkan luka berat atau meninggal sudah ada SOP di FreePort. “Yang jelas peraturan yang digunakan di Freeport menggunakan standar yang ada di Negara Indonesia, dan standar yang mereka pegang,” katanya.

Sebelumnya. Komisi D DPR Papua bidang infrastruktur dan pertambangan, mengingatkan menejemen PT. Freeport Indonesia (Freeport) agar memperhatikan keselamatan karyawannya.

Ketua Komisi D DPR Papua, Yan Permenas Mandenas, mengatakan keselamatan karyawan sangat penting. “Manajemen perusahan harus memperhatikan itu. Tidak hanya dari segi falitas yang digunakan ketika bekerja, namun juga konstruksi bangunan di area tambang. Baik itu di kawasan  tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. Itu sangat penting. Daya dukung konstruksi di tambang baik dan jalan yang dilalu kendaraan tambang harus disiapkan secara baik agar tidak ada lagi kecelakaan yang fatal,” kata Yan Mandenas kepada Jubi.

Menurutnya, sejak 2012 hingga kini, selalu saja terjadi kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di area tambang Freeport.

“Saya pikir perusahaan sekelas Freeport harusnya bisa menerapkan standar keselamatan pekerjanya. Manajemen juga harus terus melakukan evaluasi kecelakaan di area tambang selama ini,” katanya. (Alexander Loen)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Freeport Diminta Periksa Kesehatan Pekerja Secara Rutin