Connect with us

Mamta

Ratusan Kubik Kayu Sitaan Rupbasan Jayapura Membusuk

Published

on

Yohanes Sabami (kanan) Kasubsi Pengelolaan dan Pengamanan, dan Boslan Simanjuntak (kiri) staf administrasi dan pemeriksaan barang sitaan (Jubi/Mawel)

Yohanes Sabami (kanan) Kasubsi Pengelolaan dan Pengamanan, dan Boslan Simanjuntak (kiri) staf administrasi dan pemeriksaan barang sitaan memperlihatkan contoh kayu sitaan di halaman kantor Rupbasan (Jubi/Mawel)

Abepura, Jubi – Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan (Rupbasan) Negeri Kelas I Jayapura, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Kantor Wilayah Jayapura, Friyanti Sanang mengungkapkan, proses eksekusi akhir sejumlah barang sitaan yang sudah jelas putusan hukumnya, tidak berjalan baik.

Eksekusi akhir barang sitaan yang paling bermasalah itu, menurut Sanang, adalah kayu. Kayu yang disita pihak kepolisian dan maupun kejaksaan dari berbagai jenis sejak 2006 hingga 2012 lalu yang masuk ke rumah sitaan sedang membusuk di halaman kantor Rupbasan.

“Prosesnya sudah jalan hanya ending atau akhirnya ini yang tidak jalan. Mandek. Setelah ada putusan pengadilan, barang sitaan harus segera dieksekusi. Barang dilelang atau dimusnahkan. Tetapi, kayu-kayu itu, pihak kejaksaan belum eksekusi sampai bertahun-tahun ini, kalau hanya bulan saja kita bisa mahlumi,”kata Sanang dalam bincang-bincang dengan Jubi di ruang kerjanya, di Expo Waena, Kabupaten Jayapura, Kamis (9/10).

Sanang mengakui pihaknya sudah berulang kali berkomunikasi dengan pihak kejaksaan yang berwenang melakukan eksekusi akhir menyatakan bakal melaksanakan eksekusi akhir, namun hingga saat ini tidak pernah ada wujud tindakannya.

”Kita komunikasi jawabannya iya-iya. Belum tahu alasannya hingga sampai sekarang belum eksekusi,”ungkapnya mencontohkan sejumlah komunikasi lisan maupun tertulis yang ditempuhnya untuk menyelamatkan puluhan batang kayu itu.

Yohanes Sabami, Kasubsi pengelolaan dan Pengamanan Rupbasan mengatakan kayu-kayu itu sudah lama berada di luar kena hujan dan panas. Ada yang sudah mulai busuk dan bahkan ada yang sudah busuk. Nilai ekonomisnya pun sudah menurun. Negara mengalami kehilangan ratusan juta rupiah. ”Kayu rusak percuma, sangat rugi negara,” kata Sabami kepada Jubi di ruang kerjanya.

Dari data yang dikeluarkan Rumah penyimpanan Barang Sitaan Negeri Kelas I Jayapura pada September 2014 ini, ada 6.983 batang kayu berbagai ukuran.

Jumlah itu setara 139,66 kubik kayu. Kalau dirupiahkan dengan harga kayu kelas dua (kayu kapas) di kota Jayapura yang mencapai dua jutaan, Negara kehilangan 278 juta rupiah lebih. Kalau kayu kelas satu (kayu besi) yang mencapai 4 juta per kubik, negara kehilangan 556 jutaan. (Mawel Benny)

Continue Reading
Click to comment

Mamta

Semua Komponen Dikerahkan untuk Membangun Jayapura BERIMAN

Published

on

R. D. Siahaya, Sekda Kota Jayapura - Jubi/Munir

R. D. Siahaya, Sekda Kota Jayapura – Jubi/Munir

Jayapura, Jubi – Sekda Kota Jayapura R.D. Siahay membuka pelatihan pengelola taman bacaan masyarakat (TBM) kampung, PKBM dan LKP tahun 2016 yang digelar Dinas Pendidikan Kota Jayapura.

Dalam sambutannya ia mengatakan semua komponen pembangunan dikerahkan untuk mendorong pembangunan di kota ini sesuai visi-misi Pemkot Jayapura: Bersih, Indah dan Nyaman (Beriman) maju dan mandiri, sejahtera berbasis kearifan lokal.

“Pembangunan pendidikan nasional dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu jalur pendidikan formal, nonformal dan pendidikan informal,” katanya di Jayapura, Rabu (21/9/2016).

Dari tiga pilar pembangunan pendidikan itu harus diwujudnyatakan. Oleh karena itu, program Dinas Pendidikan harus berjalan seirama.

“Setiap orang dalam kehidupannya pasti membutukan masa depan yang baik. Karena itu, untuk mengharapkan hasil yang baik tidak hanya pemerintah mengandalkan pendidikan formal saja,” katanya.

Pelatihan yang dibiayai APBD ini disebutnya harus berdampak pada masyarakat dan diimplementasikan dalam program dinas terkait.
Ketua panitia kegiatan Debora Rumbino mengatakan kegiatan ini dilakukan merupakan satu cukupan oleh badan standar nasional pendidikan. Sebanyak 20 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Jumlah peserta PKBM 20 orang, dari LKP 20 orang dan pengelola taman masyarakat sebanyak 16 orang. Totalnya 56 orang yang mengikuti kegitan ini,” kata Debora.

Ia mengakui kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BP PAUD Hikmat regional Maluku-Papua dan Papua barat, Kantor Perpustakaan, Sekda Kota Jayapura dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura. (*)

Continue Reading

Mamta

BTM-Harus Resmi Mendaftar ke KPU Kota Jayapura

Published

on

Pasangan calon wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) bersama wakilnya Haji Rustam Saru atau pasangan BTM-Harus secara resmi mendaftar ke KPU Kota Jayapura, Rabu (21/9/2016) – Jubi/Hengky Yeimo

Pasangan calon wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) bersama wakilnya Haji Rustam Saru atau pasangan BTM-Harus secara resmi mendaftar ke KPU Kota Jayapura, Rabu (21/9/2016) – Jubi/Hengky Yeimo

Jayapura Jubi – Pasangan calon wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) bersama wakilnya Haji Rustam Saru atau pasangan BTM-Harus secara resmi mendaftar ke KPU Kota Jayapura, Rabu (21/9/2016).

Ketua Tim Koalisi Pemengangan BTM-Harus, Mukri Hamadi mengatakan pendaftaran ini ditandai dengan penyerahan berkas pendaftaran berupa rekomendasi B1 KWK dari delapan partai politik pengusung. Selain itu persayaratan lain yang tentukan KPU sesuai aturan dan mekanisme kepada ketua KPU diserahkan oleh ketua tim pemenangan.

“Sebelumnya bakal calon wali kota dan wakil wali kota BTM dan Rustam Saru mendeklarasikan tim pemenangan di GOR Waringi dihadiri pendukung dan simpatisan,” kata Mukri.

Usai mendeklarasikan koalisi pemenangan pasangan ini diarak ke KPU dan tiba di kantor KPU pada Rabu (21/9/2016), sekitar pukul 14.30 WIT. Proses pendaftaran berlangsung aman, bahkan masa pendukung dan simpatisan menunggu dengan tertib dalam barisan hingga pendaftaran usai.

“Di halaman kantor KPU Kota Jayapura yang dijaga ketat Polres Jayapura Kota,” katanya.

Pengawalan dilakukan secara ketat. Kapolres Jayapura Kota AKBP Marison TH. Sirait dan Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf M. Mahbub Junaedi juga hadir dalam proses pendaftaran tersebut.

Ketua KPU Kota Jayapura Jeremias Numberi mengatakan KPU memeriksa dokumen pencalonan yang diterima dan melihat keabsahan dokumen tersebut ke KPU pusat melalui pengurus partai politik dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ia bahkan mengharapkan bakal calon memahami proses ini dengan baik. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat bekerja sama untuk belajar tentang demokrasi.

Tim verifikasi data pun langsung memverifikasi data yang diterima dari pasangan BTM-Harus untuk ditindaklanjuti ke KPU pusat. (*)

Continue Reading

Mamta

Dispendukcapil Kota Jayapura Perkuat Layanan Melalui Online

Published

on

Situasi pengurusan e-KTP di kantor Disdukcapil Kota Jayapura - Jubi/Sindung

Situasi pengurusan e-KTP di kantor Disdukcapil Kota Jayapura – Jubi/Sindung

Jayapura, Jubi – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jayapura memperluas layanan adminsitrasi kependudukan dengan menyediakan layanan website http://lampiddukcapil.jayapurakota.go.id/.

Data-data kependudukan semisal akta kelahiran dan kematian bisa dilayani tanpa harus ke kantor wali kota.

“Ini akan mudah lagi dimana masyarakat bisa mendaftarkan langsung melalui website, bahkan ini bisa dilakukan dengan handphone android,” kata Kepala Bidang Catatan Sipil Dispendukcapil Kota Jayapura, Marinche Pattinama kepada Jubi, Rabu (21/9/2016).

Marinche menegaskan bahwa masyarakat langsung bisa memasukkan dan mengisi data lengkap. Pihaknya lalu memberikan kartu pengambilan melalui online juga sehingga masyarakat langsung mengambilnya di kantor Dsidukcapil.

“Kami akan layani sesuai dengan jadwal pelayanan dimana biasanya dua hari, berkas itu sudah selesai,” katanya.

Dirinya mengakui website tersebut merupakan penjabaran dari adanya e-kios Dispendukcapil di kantor wali kota Jayapura dan kantor Dispendukcapil.

Pihaknya baru bisa memberikan pelayanan dalam akta kelahiran dan kematian saja tahun ini. ia yakin akan ada pelayanan secara keseluruhan melalui website tersebut.

Warga Kota Jayapura, Wahyu mengaku mengetahui layanan melalui online. Oleh karena itu, ia mengapresiasi layanan tersebut. Namun hal ini sulit bagi bagi warga yang tak memiliki handphone yang menyediakan fasilitas internet.

“Bagus sangat bagus pelayanan ada yang melalui website secara langsung, tapi perlulah dispendukcapil masuk ke distrik agar pelayanan ini juga bisa dijangkau,” kata Wahyu. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.