Isu Maksiat Merebak di Kawasan Patung Yesus di Merauke

share on:
Uskup Agung Merauke, Mgr. Nikolaus Adi Seputra. (Jubi/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi – Dalam seminggu terakhir, masyarakat dihebohkan dengan isu yang berkembang dari mulut ke mulut, jika ada sepasang lawan jenis diduga melakukan hubungan seks di sekitar Patung Hati Kudus Yesus. Keduanya pun dikabarkan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke lantaran masih melengket.

Uskup Agung Merauke, Mgr Nikolaus Adi Seputra saat ditemui Jubi di Rumah Pangkat Kelapa Lima, Senin (13/10) mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi seperti demikian. Hanya saja, kebenaran dari kasus itu, belum dapat dipastikan. “Saya hanya mendapat kabar begitu jika ada sepasang lawan jenis melakukan hubungan seks di sekitar Patung Hati Kudus Yesus di seputaran Bandara Mopah-Merauke,” katanya.

Tentunya, kata Uskup, dirinya tak dengan serta merta mengatakan benar. Karena tidak ada saksi yang melihat adanya kejadian dimaksud. Tetapi bahwa jika sampai benar ada kasus dimaksud, maka sangatlah disayangkan. “Itu adalah indikator hilangnya rasa religius, solidaritas serta penghargaan kepada orang-orang yang mengangkat patung sebagai simbol Pintu Gerbang Hati Kudus Yesus,” tegasnya.

“Sekali lagi saya tekankan, kalau benar terjadi, maka Gerbang Hati Kudus Yesus telah dirontohkan. Sekaligus sebagai tanda bahwa indikator  kemanusiaan yang kurang diperhatikan dengan baik terutama generasi muda sekarang,” tandasnya.

Lebih lanjut Uskup mengatakan, dengan dibangunnya Patung Hati Kudus Yesus itu, pertama-tama sebagai ucapan terimakasih kepada Tuhan yang telah mengutus para misionaris Katolik untuk datang di wilayah Selatan Papua. Jadi, bukan sekedar patung dibangun, tetapi mengingat kebaikan Tuhan atas jasa-jasa orang besar setelah membawa budaya baru kemanusiaan serta martabat manusia di tempat ini.

Ditegaskan, semua orang harus memahami dengan baik bahwa patung yang dibangun, bukan sekedar sebagai benda mati. Tetapi di balik benda mati tersebut, ada sebuah penghargaan sangat luar biasa oleh masyarakat Merauke terutama yang beragama Katolik kepada para pendahulu yang telah membawa kebaikan kemanusiaan di Kabupaten Merauke.

Diakui jika di dalam area Patung Hati Kudus Yesus, belum terurus dengan baik. Tetapi bahwa selama ini telah ada penjaga. Berbagai kekurangan yang ada, akan dibenahi dalam waktu dekat mulai dari musem di bawah tanah, pemasangan Patung Malaekat serta beberapa kekurangan lain.

“Kita akan segera menempatkan suster dalam waktu dekat juga. Sebelum bulan Desember, sudah ada suster yang bertanggungjawab di Patung Hati Kudus Yesus,” tuturnya.

Diharapkan agar isu tersebut tidak dibesar-besarkan. Kalaupun itu adalah kesalahan dan jika benar-benar  fakta, maka patut disayangkan dan disesalkan. Tetapi bahwa untuk membesar-besarkan seperti begini, tidak ada gunanya sama sekali. Tetapi paling penting adalah pembinaan moral dan perilaku setiap orang yang harus ditanamkan dan dikembangkan.

Salah seorang Tokoh Pemuda Katolik di Kabupaten Merauke, Daniel Taranenon mengakui jika dirinya juga mendengar informasi tersebut. “Memang saya dengar tetapi masih sangat simpang siur dan tak ada kejelasan. Kita tidak bisa memastikan apakah benar ada kasus seperti itu atau tidak,” ujarnya. (Frans Kobun)

 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Isu Maksiat Merebak di Kawasan Patung Yesus di Merauke