KKSS Lahir untuk Menyatukan Keberagaman

share on:
Andi-Firman-Madjadi.
Andi-Firman-Madjadi (Jubi/Marten Boseren)

Biak, Jubi-Pejabat sementara (Pjs) Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Biak Numfor, Papua, Andi Firman Madjadi, mengatakan KKSS  Kabupaten Biak Numfor,Papua  lahir untuk memelihara dan menyatukan keberagaman warga Sulawasi Selatan yang ada di Kabupaten Biak Numfor.

Menurut Andi Firman, keberagaman yang  dimaksudkannya adalah keberagaman dari segi etnis. Misalnya etnis Bugis, Makasar, Toraja, Luhu dan Mandar yang saat ini sudah masuk Sulawesi Barat. Di dalam etnis tersebut ada banyak variannya

“Keberagaman juga bisa dilihat dari sisi agama. Ada yang beragama Islam, Kristen dan Katolik dan keberagaman lainnya. Oleh karena itu  KKSS lahir untuk menyatukan semua perbedaan-perbedaan atau keberagaman itu,”jelas Andi saat dialog KKSS yang bertajuk KKSS dahulu, kini dan masa depan yang berlangsung di RRI Biak,Jumat,(10/10) malam.

Menurut Andi Firman, keberagaman yang KKSS miliki merupakan sebuah pontensi besar. Sebab itu, kata dia, pekerjaan besar mereka yang utama adalah menjadikan keberagaman / perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan bagi mereka untuk menyatakan keberadaan mereka di Kabupaten Biak Numfor.

“Saat ini KKSS tidak  urus orang kedukaan dan acara pernikahan lagi. KKSS akan buat kegiatan yang besar dan menggema serta biasa membawa manfaat bagi semua warga KKSS Biak Numfor dan masyarakat Biak Numfor,”ucap Andi Firman. KKSS harus solid dan menjadi wadah untuk menghimpun semua warga KKSS dan menjadi wadah  yang bermanfaat bagi warga KKSS dan masyarakat Biak

Di tempat yang sama,  Komorudin, salah pengurus KKSS yang turut serta dalam dialog KKSS,  mengatakan cara yang dilakukan untuk mewujudkan semua yang telah disebutkan adalah dengan menjaga kepercayaan dari anggota KKSS dan seluruh warga KKSS Biak Numfor, sehingga waktu sisa masa kepengurusan yang ada bisa menghasilkan sesuatu bagi warga KKSS dan bagi masyarakat Biak.

“Tetapi, jika tidak akan waktu dua tahun akan sia-sia begitu saja,”ucapanya. Ditambah dengan memperbaiki struktur pengurus KKSS karena sudah ada yang meninggal, sudah tidak ada di Biak dan tidak aktif,” kata dia.

Menurut Komarudin,  yang tidak kalah penting adalah menceburkan diri kedalam persoalan-persoalan kedaerahan. Baik yang berkaitan langsung dengan orang Seulawasi Selatan maupun yang tidak berkaitan dengan kepentingan orang Sulawasi Selatan.  (Jubi/Marten Boseren)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KKSS Lahir untuk Menyatukan Keberagaman