Aloysius Giay: Penerapan Sistem E-Katalog Tak Cocok di Papua

share on:
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giay ketika berbincang-bincang dengan dokter dan managemen RSUD Wamena – Jubi/Islami
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giay ketika berbincang-bincang dengan dokter dan managemen RSUD Wamena – Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Adanya laporan pengaduan di Wamena yang diterima bahwa masih ada masyarakat yang beli obat di Rumah Sakit Wamena, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giay, Senin (13/10) mengunjungi rumah sakit umum daerah Wamena.

Dalam kunjungan ke RSUD Wamena, Aloysius Giay menjelaskan, mekanisme pengadaan obat dengan sistem E-Kataloc memang membuat kesulitan bagi pihak rumah sakit di Papua, bahkan sistem ini dianggap membuat Papua menjadi korban.

Meski dirinya mengakui, masih ada masyarakat yang beli obat di luar rumah sakit, namun hal itu kata Giay, setelah ditelusuri tidak serta merta petugas RSUD yang salah.

“Ini merupakan imbas dari sistem nasional yang diterapkan dengan sistem pengadaan obat e-kataloc, di mana hal ini membuat Papua jadi korban, bukan hanya di Jayawijaya saja tapi semua rumah sakit yang ada di Papua karena sistem pengadaan e-Katalog ini adalah harga perangko kabupaten sehingga ketika di distribusi ke daerah-daerah menjadi kesulitan,” jelas Giay ketika ditemui wartawan disela-sela kunjunganya di RSUD Wamena.

Diakuinya, hal itulah membuat keengganan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk melakukan pengadaan obat. Dampaknya, menjadi penghambat penyaluran distribusi obat ke daerah-daerah apalagi ke wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Untuk membijaki masalah ini, katanya, tiga minggu lalu pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan Papua menemui langsung Menteri Kesehatan RI dan Dirjen Obat dan Farmasi. “Saya mengatakan tidak boleh lagi pakai e-Katalog di provinsi Papua,” kata Giay.

Menurutnya, untuk Papua harus ada mekanisme lain yang diterapkan oleh Kemenkes. Kepada Menteri Kesehatan, Giay mengatakan bahwa Papua tidak bisa disamakan dengan daerah di Jawa, Sulawesi atau daerah lain untuk penerapan sistem tersebut.

“Mudah-mudahan ada tindaklanjut dari kementerian kesehatan dan ibu menteri berjanji itu mulai 2015 Papua ada kekhususan (sistem pengadaan obat),” paparnya.

Disisi lain pelaksana harian Direktur RSUD Wamena, dr. Charles Ratulangi menuturkan, memang pihak rumah sakit Wamena tidak ingin jika pasien yang berobat harus membeli obat di luar tetapi masalanya ketika obat-obat tertentu tidak ada sementara obat itu dibutuhkan pasien, hal ini tidak mungkin ditunggu obatnya datang.

“Imbasnya pasien harus beli di luar rmh sakit, memang ini berkaitan dengan masalah aturan regulasi dari atas dan ini memang membuat kami jadi kesullitan tadi pa kepala dinas singgung masalah e-Katalog ya kita kesulitannya disitu,” tandas Charles. (Islami)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aloysius Giay: Penerapan Sistem E-Katalog Tak Cocok di Papua