IPM Jadi Indikator Pembangunan Rumah

share on:
Salah Satu Rumah Sehat Yang Dibangun di Kampung Asey Kecil. (Jubi/Arjuna)
Salah Satu Rumah Sehat Yang Dibangun di Kampung Asey Kecil. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, Jubi – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi indikator Dinas Pekerjaan Umum Papua, untuk membangun perumahan layak huni bagi masyarakat di seluruh Papua. Selain itu, pembangunan juga disesuaikan dengan karakteristik daerah setempat.

Dimana untuk tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua telah membangun sebanyak 240 unit perumahan yang tersebar di kabupaten/kota se-Papua.

“Pembangunan rumah layak huni yang diperuntukan bagi masyarakat Papua sudah berjalan, dan kami lihat dari indikator IPM, sehingga jumlahnya disesuaikan seperti di Kabupaten Jayapura empat unit, Keerom tiga unit, sementara untuk daerah Pegunungan, seperti Yalimo 10 unit,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Papua, Yan Ukago kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Senin (13/10).

Menurut Ukago, model rumah yang dibangun sudah di desain, yakni ada sekitar 10 tipe yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Dimana ada yang model panggung, sementara untuk daerah pegunungan bentuknya honay tetapi dikembangkan menjadi modern.

Sementara mengenai tipe rumah yang dibangun, lanjutnya, tipe 45 plus sesuai karateristik wilayah. Dimana ada yang dibangun dari tembok, kayu, dan setengah kayu.

“Pembangunan perumahan ini merupakan program Gubernur dan Wakil Gubernur untuk pembangunan 13 ribu perumahan, dan pembangunan perumahan ini berbeda, sebab material setiap daerah berbeda-beda,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe telah meresmikan pembangunan rumah sehat dengan tipe 45 yang dilengkapi dengan listrik dan air di Telaga Ria, Kampung Asey Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Rumah sehat sebanyak 26 unit ini adalah untuk 26 Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah tersebut.

Untuk membangun rumah sehat ini, dana yang digunakan bukan berasal dari dana APBD melainkan partisipasi Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura dan mitra seperti Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Indonesia Sawmill Woodworking Association (ISWA).

“Saya apresiasi apa yang dilakukan Pemda Kabupaten Jayapura dan mitra. Saya salut karena tepat 202 hari masa kepemimpinan saya dan wakil gubernur sudah ada yang bisa menterjemahkan keinginan kami membantu saudara-saudara kita yang masih hidup tidak layak. Pembangunan rumah ini tidak dibiayai APBD, tapi orang-orang yang peduli akan masyarakat asli Papua,” kata Lukas Enembe. (Alexander Loen)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  IPM Jadi Indikator Pembangunan Rumah