Kera Ekor Panjang , Suka Curi Pisang dan Singkong di Jalan Baru

share on:
Pak Atoh petani sayur di jalan baru sedang menyiram sayur sawi. Dia menuturkan kalau setelah hujan banyak kera ekor panjang yang turun beruntung kera-kera itu tak suka sayuran.(Jubi/dam)
Pak Atoh petani sayur di jalan baru sedang menyiram sayur sawi. Dia menuturkan kalau setelah hujan banyak kera ekor panjang yang turun beruntung kera-kera itu tak suka sayuran.(Jubi/dam)

Jayapura, Jubi-Pagi itu, Kamis (16/10)  sekitar pukul 09.00 WP di jalan baru depan Lapangan Tembak Perbakin, Pak Atoh petani sayur asal Toraja sedang menyirami tanaman sayur sawi seluas empat meter kali delapan meter. Bedeng-bedeng sayuran ini juga terdapat drainase untuk air bisa mengalir sehingga kebun tetap kering dan keseimbangan air tetap terjaga.

“Sayur sawi ini sudah dua minggu,  tinggal seminggu lagi sudah bisa dipanen,”kata Atoh kepada Jubi di lokasi kebunnya dipinggiran jalan baru.

Jurnalis Jubi bukan bermaksud menanyakan seputar tanaman sayurnya tetapi apakah selama berkebun di sekitar jalan baru ini seringkali melihat kera-kera ekor panjang yang mencuri tanaman petani termasuk merusak sayuran milik petani.

Sambil menyiram tanaman sayurnya, Pak Atoh menyambut jurnalis Jubi dengan ramah sambil melanjutkan pekerjaannya.

Pak Atoh, tanya Jubi, apakah bapak pernah mendengar ada kera ekor panjang di sekitar sini?.

Kontan Pak Atoh yang sudah dua tahun bertani di jalan baru menjawab sudah banyak sekali kera-kera ekor panjang itu yang menyambangi kebunnya. Apalagi kalau musim hujan, banyak yang turun ke jalan.

“Mereka suka sekali makan pisang dan singkong,”kata pria asal Tana Toraja ini seraya menambahkan tidak mengetahui dari mana datangnya kera-kera kecil berekor panjang ini.

Untungnya lagi, kata dia kera-kera kecil ini tak suka memakan sayur-sayuran,  hanya senang makan pisang dan singkong saja. “Jadi kita punya tanaman sayuran di sini aman-aman saja dari serbuan kera ekor panjang,”katanya.

Kera ekor panjang di sekitar gunung jalan baru, masyarakat Tobati dan Injros menyebut gunung itu dengan nama Gunung Mher Kota Jayapura.

Menurut  sumber data dari Litbang dan Dokumentasi Koran Jubi, kera jeni sini  sudah ada sejak Perang Dunia Kedua.  Selama Perang Dunia Kedua tentara Jepang suka sekali membawa kera-kera kecil berekor panjang(Macaca fascicularis). Kegunaan kera-kera ekor panjang ini bisa menjadi penunjuk untuk tanaman mana saja yang bisa dikonsumsi oleh manusia.

Apalagi beberapa hasil penelitian menyebutkan kera ekor panjang dapat beradaptasi dengan berbagai habitat termasuk habitat pesisir, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, sampai ke hutan pegunungan pada ketinggian 0-1.800 meter di atas permukaan laut.

Kera ekor panjang dapat menyebar ke daerah baru dan meningkatkan populasinya dengan sangat cepat.

Apalagi kondisi lingkungannya sangat mendukung, lingkungan baru di jalan baru Kota Jayapura saat Perang Dunia Kedua sangat rimbun dan banyak pepohonan yang tinggi.

Kera ekor panjang ini suka bermain, sambil bergelantungan di pohon-pohon rimbun yang tinggi. Ahli biologi menyebutnya satwa ini opportunistic omnivore, yaitu satwa yang dapat memperoleh makanan dari buah-buahan, satwa ini juga memakan daging dan tumbuh-tumbuhan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) Wilayah Papua I, Depratemen Kehutanan pernah  menyebutkan Gunung Mher yang menjadi batas timur kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa. Masyarakat Tobati dan Injros menganggap gunung ini sangat keramat karena merupakan tempat asal muasal mereka.

Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan, di Gunung Mher ditemui populasi Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang merupakan satwa eksotik.

Kera Ekor Panjang ini dibawa oleh tentara sekutu pada Perang Dunia II yang dijadikan sebagai indikator makanan selama perang.Sebagai satwa eksotik dengan populasi sekitar 25 ekor, kera ekor panjang belum menjadi jenis yang invasif terutama di kawasan Teluk Youtefa.

Di Gunung Mher ini juga menurut masyarakat Tobati ada sebuah Goa yang dianggap keramat oleh masyarakat Tobati dan Enggros yang dinamakan Goa Mher.(Dominggus A Mampioper)

 

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kera  Ekor Panjang , Suka Curi Pisang dan Singkong di Jalan Baru