Wamen ESDM Minta Freeport Tingkatkan Keselamatan Kerja

share on:
Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ir. Susilo Siswoutomo, saat di wawancara (Jubi/Eveerth)
Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ir. Susilo Siswoutomo, saat di wawancara (Jubi/Eveerth)

Timika, Jubi – Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, secara operasional, PT Freeport Indonesia (Freeport) telah berjalan dengan normal kembali.

Hal ini disampaikan Susilo terkait kondisi Freeport pasca dua kecelakaan kerja yang terjadi di areal tambang terbuka dan underground pada September 2014 lalu.

“Sebagai pemantau aktivitas pertambangan mineral dan batu bara di seluruh Indonesia, Kementerian ESDM telah melakukan penyidikan atas kejadian-kejadian itu dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten,” kata Susilo saat ditemui wartawan di Ruang VIP Bandara Moses Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, usai melakukan kunjungan ke Tembagapura, Kamis (16/10).

“Dari segi operasional, Freeport sudah berjalan. Memang, kemarin terjadi musibah ada kecelakaan dan dari sisi Kementrian Minerba, Mas Bambang Susigit sudah melaporkan bahwa ada investigasi dari penyebab-penyebabnya. Kemudian sudah ada tindakan-tindakan baik dari Freeport untuk meningkatkan keselamatan ataupun dari segi aparat kepolisian yang menindak dari segi hukumnya,” jelas Susilo.

Susilo memaparkan, kecelakaan yang terjadi dalam sebulan lalu ini merupakan murni akibat kelalaian manusia yang menurutnya dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.

“Saya dengar pengemudi truk itu mengambil jalan yang salah, sehingga teman-teman yang memakai Toyota sudah memarkir di tempat yang benar. Tapi namanya juga kesalahan manusia tetap terjadi dan tetap diinvestigasi sebab ada tindakan yang harus dilakukan. Freeport juga telah saya lihat melaksanakan mitigasi (Pencegahan Dini-Red) untuk menghindari hal yang sama,” jelas Susilo.

Susilo menuturkan, terkait penuntasan masalah yang terjadi pasca kecelakaan seperti unjuk rasa, pemalangan dan tuntutan-tuntutan yang dilakukan oleh pekerja dan masyarakat lokal, pihaknya menyatakan hal itu merupakan wewenang Freeport dan pemerintah daerah Mimika.

“Saya serahkan Freeport dan pemerintah daerah menyelesaikan hal ini dengan baik, sebab ini adalah kecelakaan. Namanya kecelakaan itu, tidak disengaja dan tidak bisa dihindarkan, sehingga tidak perlu dieskalasi ke hal-hal yang tidak-tidak. Kalau operasi Freeport berhenti, yang rugi juga banyak,” jelasnya.

Susilo menjelaskan, dari hasil penyelidikan tim Kementerian ESDM beberapa waktu lalu, keselamatan kerja merupakan hal utama di Freeport yang sudah mulai berkurang pengawasannya, sehingga menimbulkan kecelakaan-kecelakaan seperti ini.

“Yang paling penting, Freeport harus meningkatkan keselamatan kerja para pekerjanya, karena keselamatan itu tidak boleh dikorbankan. Oleh karena itu dalam pendidikan semua operator pelaksanaan kegiatan tambang harus memenuhi dan mengikuti segala aturan-aturan yang ada,” tandasnya dengan berharap dengan adanya peningkatan keselamatan kerja, tidak akan ada lagi kecelakaan diwaktu-waktu kedepan.

Secara terpisah, Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM, Bambang Susigit menuturkan, insiden tambang di tambang terbuka Grasberg murni kecelakaan tambang. Itu menyusul diperolehnya hasil investegasi Kementerian ESDM melalui inspektur tambang di lokasi. “Pemberian status itu berdasarkan investigasi menyeluruh baik terhadap peralatan, sistem yang berlaku serta wawancara korban dan kepala teknik tambang,” katanya.

Hasil investigasi terungkap penyebab kecelakaan lantaran supir Haul Truk tidak melihat ada mobil operasional Toyota LV yang berada di depannya. Haul truck jenis Caterpillar 785 dengan kode unit HT220 itu dikemudikan oleh John Worisio. Tim investigasi telah mengambil sampel urin pengemudi, beberapa saat ketika insiden terjadi. Hasil pemeriksaan urin itu menyatakan negatif alcohol. (Eveerth Joumilena)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wamen ESDM Minta Freeport Tingkatkan Keselamatan Kerja