Agar Burung Cenderawasih Tak Cepat Punah

share on:
Burung Cenderawasih Imitasi berbahan dasar berbeda (1)
Burung Cenderawasih imitasi yang dipajang dalam Festival Seni Krease Baru di Biak (Jubi/Marten Boseren)

Biak, Jubi- Kekuatiran Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe akan kepunahan burung tercantik dan terindah di dunia, Burung Cenderawasih, Papua cukup tinggi. Hal itu terlihat dari kebijakannya mengeluarkan larangan untuk tidak menggunakan Burung Cenderawasih sebagai hiasan kepala pada pesta adat atau berbagai kegiatan kesenian  di semua lapisan masyarakat adat di Papua.

Laranbgan Gubernur Provinsi Papua ini diterima semua lapisan masyarakat adat Papua. Buktinya, dalam pantauan Jubi sejak awal hingga akhir dalam kegiatan Festival Seni Kreasi Papua ke-15  berlangsung di Hanggar Manuhua Biak, tak satu stand pun yang memajang Burung Cenderawasih asli pada stand mereka. Semuanya berupa imitasi, yang dibuat dengan berbagai jenis bahan sesuai dengan kreatifitas dari masing-masing kontingen atau peserta festival.

Penjaga stand Biak Numfor yang juga salah satu pekerja seni Papua, Isak Haron Msen kepada Jubi saast ditemui Minggu,(19/10) siang di standnya mengatakan hal tersebut dilakukan pihaknya karena sudah dilarang Gubernur Provinsi Papua, sehingga mereka tak memajang Burung Cenderawasih yang asli. Sebab jika dipajang maka akan mendapat teguran bahkan sanksi yang tegas karena Burung Cenderawasih juga termasuk dalam satu salah hewan yang dilindungi.

Hal senada juga disampaikan salah satu seniman Papua, Hoze  Mirino. Menurutnya, yang dibuat dan pajang olehnya adalah Cenderawasih imitasi tetapi dibuat atau didesain sedemikian rupa sehingga bisa menggambarkan Burung Cenderawasih asli.

“Sekarang ini saja mau lihat Burung Cenderawasih asli yang diawet saja susah sekali apalagi yang hidup. Itu karena Burung  Cenderawasih sudah mulai punah. Jadi kalau kita pajang yang asli berarti kita harus bunuh yang ada sekarang di hutan. Ini tak baik, sebab membuat punah Burung Cenderawasih. Jadi baiknya membuat imitasi tapi harus didesain bagus sehingga bisa menggambarkan burung asli,” kata Mirino.

Demikian juga dengan Salomina Rumere dari Stand Kabupaten Tolikara,Papua. Untuk itu kata dia yang bisa dibuat dan dipajang adalah membuat Burung Cenderawasih imitasi dari bahan dasar bunga. (Marten Boseren)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Agar Burung Cenderawasih Tak Cepat Punah