David Pagawak: Baiknya Tengkorak Serdadu Jepang Jangan Dibakar

share on:
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua, David Pagawak Saat Diwawancarai Wartawan, Senin (13/10). Jubi/Alex
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua, David Pagawak Saat Diwawancarai Wartawan, Senin (13/10). Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua, David Pagawak menilai, sebaiknya tengkorak serdadu Jepang yang meninggal saat Perang Dunia II, dan tersebar di seantero Bumi Cenderawasih tidak dibakar (kremasi), karena akan menghilangkan nilai sejarah.

Hal ini menjawab apa yang telah dilakukan Delegasi Ekspatriat Pemerintah Jepang, yang telah melakukan pembakaran terhadap tulang 61 serdadu Jepang, di Kampung Puay, Kabupaten Sentani belum lama ini.

“Saya kurang setuju jika tengkorak-tengkorak prajurit Jepang itu dibakar dan abunya dibawa, karena dari segi nilai sejarah dan pariwisata sangat merugikan Papua,” kata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua, David Pagawak kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Minggu (19/10).

Menurut Pagawak, pihaknya tidak mengetahui adanya pembakaran tengkorak Jepang di Kampung Puay oleh Delegasi Ekspatriat Pemerintah Jepang. Pasalnya tidak ada satupun pihak Jepang atau Dinas Pariwisata kabupaten yang datang melapor soal rencana tersebut.

“Kami tidak mengetahui adanya hal itu. Mungkin mereka masuk melalui pemerintah kabupaten Jayapura. Namun alangkah baiknya, jika ada sesuatu di kabuaten, kabupaten koordinasikan dengan kita dan bagaimana kita pikirkan,” katanya.

Pagawak menilai, ada baiknya daerah-daerah yang terdapat tengkorang prajurit Jepang, dibuatkan kuburan masal dengan taman yang bagus serta dibuatkan monumen (tugu), sehingga nilai sejarahnya tidak hilang.

“Mungkin lebih baik bangun situs sejarah, soalnya kalau tengkorak-tengkorak ini diambil dan dibawa keluar nilai sejarahnya bisa hilang. Tetapi kalau mereka di kuburkan secara masal dengan halaman yang bagus dan didukung oleh monumen (tugu), maka akan menarik wisatawan untuk datang,” kata Pagawak.

Seperti dilansir Metrotvnews.com. Delegasi Ekspatriat Pemerintah Jepang membakar tengkorak para serdadunya yang meninggal saat Perang Dunia II di Papua. Upacara pembakaran tulang 61 prajurit digelar guna membawa abu mereka ke Negeri Sakura.

Upacara pembakaran dilakukan di Kampung Puay, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (6/10/2014). Kampung Puay merupakan salah satu lokasi gugurnya ribuan serdadu Jepang saat Perang Dunia II di Papua.

Acara dihadiri perwakilan pemerintah daerah dan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Tampak pula keluarga para serdadu yang gugur memberi penghormatan sebelum proses pembakaran tulang dilakukan.

“Kami sangat bahagia hari ini, bisa mencapai tujuan menjemput pulang keluarga kami. Anda yang berjuang dan jauh tentu sangat menantikan pulang kerumah. Hari ini kami kremasikan dan bawa pulang ke Tanah Air Jepang yang tak pernah anda lupakan seharipun. Terimakasih semua pihak terutama masyarakat Desa Puay,” kata ketua delegasi ekspatriat Jepang, Naito Masao, dalam sambutannya. (Alexander Loen)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  David Pagawak: Baiknya Tengkorak Serdadu Jepang Jangan Dibakar