Tiga Siswa SMP-SMA Satu Atap Wasur Masih Buron

share on:
Kepsek SMP/SMA Satu Atap Wasur, Sergius Womsiwor. (Jubi/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi- Tiga siswa dari jumlah tujuh belas  di SMP-SMA Satu Atap Wasur yang terlibat dalam pengejaran terhadap kepala sekolahnya, Sergius Womsowor dengan menggunakan sabit (sejenis senjata tajam) saat  mereka mabuk, hingga kini masih buron. Ketiganya, yakni HK, FR dan NG , masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Sedangkan lainnya, telah menyerahkan diri.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMP/SMA Satu Atap Wasur, Sergius Womsiwor kepada tabloidjubi.com di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat Senin (20/10).

Dikatakan, ketiga siswa tersebut kalau tengah malam, mereka pulang dan tidur beberapa jam di asrama. Namun, dini hari sudah lari masuk ke dalam hutan.

“Saya sudah meminta agar mereka menyerahkan diri dan tidak perlu masuk ke dalam hutan lagi. Sebab, hal it akan memperpanjang persoalan. Saya sudah melakukan koordinasi bersama kepolisian agar melakukan pemantaun terus, agar mereka segera ditangkap,” tegasnya.

Menurut Sergius, pihaknya  sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan mereka tidak ditahan. Tetapi, nantinya mereka akan diberikan sanksi berupa pembinaan oleh kepolisian.

“Sebab mereka mabuk dan mengejar saya dengan membawa senjata  tajam,” tuturnya.

Ditanya bentuk sanksi dari sekolah terhadap anak-anak tersebut, Sergius mengaku dirinya belum mengambil langkah ke arah sana.

“Ya, saya akan konsultasikan lagi bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze, untuk menanyakan tentang bentuk sanksi bagi anak-anak tersebut,” ujarnya.

Secara terpisah Kasubag Humas Polres Merauke, Iptu Richard Nainggolan membenarkan bahwa  tiga siswa masih buron dan sampai sekarang terus dikejar polisi.  Richard meminta para siswa itu lebih baik menyerahkan diri.

“Melarikan diri juga percuma, karena tentunya keberadaan mereka akan terus dipantau polisi,” kata dia. (Frans L Kobun)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tiga Siswa SMP-SMA Satu  Atap Wasur Masih Buron