Korban Perang Sipil, Bougainville dan ICRC Kerjasama Cari Jasad Korban

share on:
Konflik di Bougainville, PNG menyisakan trauma hingga saat ini (ifongroka.blogspot.com)
Konflik di Bougainville, PNG menyisakan trauma hingga saat ini (ifongroka.blogspot.com)

Jayapura, Jubi – Pemerintah Bougainville bekerjasama dengan Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) mencari warga korban perang saudara selama 10 tahun di Papua Nugini (PNG).

Kerjasama ini dilakukan dengan melakukan penggalian sisa-sisa jasad masyarakat Bougainville yang telah menjadi korban dalam perang saudara tersebut. Kemudian, penemuan itu, rencananya akan dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara tradisional.

Apabila semua jasad dapat dikembalikan kepada pihak keluarga dan dimakamkan secara laik, maka pendekatan ini diharapkan dapat mengakhiri konflik yang berkelanjutan.

Delegasi ICRC di Bougainville, Tobias Koehler mengatakan, pekerjaan yang masih dikerjakan ini merupakan satu langkah maju besar dimana pemerintah ikut terlibat dalam pekerjaan kemanusiaan tersebut. Program ini, lanjutnya, akan memberi jawaban bagi pihak keluarga atas anggota keluarga mereka yang telah menjadi korban perang itu.

“Karena itu penderitaan bagi keluarga dari orang-orang yang hilang. Dan, kami sangat mendukung kebijakan ini karena jelas mengakui pendekatan kemanusiaan. Untuk dapatkan akuntabilitas dan keadilan, tidak harus berdiri di jalan bagi keluarga untuk menemukan jawaban tentang apa yang terjadi pada orang-orang yang mereka cintai,” kata Tobias Koehler seperti dikutip RNZ, Rabu (22/10).

Perang Sipil Bougainville dilaporkan sebagai konflik terbesar di Oceania sejak akhir Perang Dunia Kedua. Masyarakat yang menjadi korban sekitar 15.000 sampai 20.000 orang tewas. (Yuliana Lantipo)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Korban Perang Sipil, Bougainville dan ICRC Kerjasama Cari Jasad Korban