Jurnalis Perancis Thomas Berencana Ajak Keluarganya Wisata ke Indonesia

share on:
Jurnalis Perancis, Thomas Charles Dandois - Jubi/Indrayadi TH
Jurnalis Perancis, Thomas Charles Dandois – Jubi/Indrayadi TH

Jayapura, Jubi – Jurnalis asing asal Perancis, Thomas Charles Dandois (40) setelah bebas dan kembali ke negaranya di Paris, Perancis, berencana membawa keluarga berwisata ke Indonesia. Berikut penuturan beliau menggunakan bahasa Perancis dan di terjemahkan oleh penterjemah Kedutaan Perancis untuk Indonesia, Domique kepada media ini, Jumat (24/10).

Thomas Charles Dandois (40) menuturkan ia memiliki seorang istri bernama Alexandra dan sepasang anak kembar cowok dan cewek atas nama Simon (3) dan Noah (3) ingin segera pulang ke kampung halamannya di Kota Paris, Perancis.

“Yang paling penting saat ini, saya mau kembali bertemu keluarga saya. Dan saya mensyukuri atas keputusan hakim yang telah mempertimbangkan dengan mempercepat sidang kasus yang saya alami dan memutuskan sidang lebih ringan dari tuntutan jaksa,” tutur Thomas.

Dikatakan Thomas, kedua anaknya itu telah tumbuh dengan baik selama ia berada di Papua, Indonesia. Masalah yang telah ia hadapi, tentu saja pengalaman yang tidak bisa ia lupakan, dimana pengalaman ini sangat penting karena memiliki akhir yang menyenangkan.

“Perjalanan saya selama dua belas tahun, belum sempat saya tulis. Jadi selama dua bulan di tahan, setiap malam saya menulis semua perjalanan saya hingga di Papua, dimana dalam tulisan itu beraneka cerita yang saya alami selama menggeluti karir saya sebagai jurnalis,” katanya.

Dirinya juga berencana akan kembali ke Indonesia, namun ia kembali bukan sebagai jurnalis melainkan sebagai turis dengan membawa seluruh keluarganya untuk berwisata. “Belum tentu saya juga akan kembali ke Indonesia untuk bertugas. Tapi saya akan kembali dengan keluarga saya untuk berlibur,” ujarnya.

Apa yang telah ia hadapi di Indonesia, khususnya di Papua tidak akan membuat ia menyerah atas apa yang telah ia hadapi selama dua bulan terakhir, yakni menjalani hukuman karena pelanggaran visa yang telah ia lakukan.

“Dan apa yang saya alami selama di Indonesia, tidak membuat saya menyerah serta tidak akan membuat citra negatif terhadap Negara ini (Indonesia),” kata pria bule yang selalu menebar senyum kepada jurnalis yang ia temui di persidangan dirinya bersama Valentine di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Jayapura, Jumat (24/10) kemarin.

Kakak kandung Thomas, Marc Dandois juga menanggapi soal kebebasan Thomas pada hari Senin (27/10) setelah menjalani hukuman yang dijatuhkan majelis hakim PN Jayapura selama dua bulan lima belas hari potong masa tahanan selama dua bulan dua belas hari sejak ditahan pada 6 Agustus lalu.

“Ini bukan pertama kali Thomas menghadapi hambatan selama dia menjalankan tugasnya sebagai jurnalis. “Sebenarnya ini adalah yang kedua kalinya, itulah yang harus dia hadapi sebagai jurnalis, tidak semua akan berjalan mulus,” ungkap Marc yang berumur 42 tahun.

Thomas pernah mendapatkan hambatan juga di salah satu wilayah Negara Afrika. Disana, menurut Marc, saudaranya harus dipenjara selama satu bulan karena meliput di daerah yang telah dilarang pemerintah setempat.

“Itu pada tahun 2007 silam, waktu itu dia bebas dengan jaminan diganti dengan uang. Tentu saja perkara yang dihadapi disini lebih lama, tapi memang situasinya berbeda.Sudah resiko seorang jurnalis, dan siap menanggung akibatnya,” ujar Marc yang bekerja di salah satu perusahaan pembuat perangkat lunak/Software Keuangan di Kota Paris.

Ia sebagai kakak tidak ada hak untuk melarang adiknya Thomas yang mempunyai keinginan untuk kemana saja. “Bukan kebiasaan saya melarangnya, dia (Thomas) sudah besar, dia seorang jurnalis dan saya rasa dia seorang jurnalis profesional,” kata Marc yang berencana akan terbang ke Paris, Perancis pada hari Sabtu (25/10).

Secara terpisah, Pierre Antoine Gounand (33) dari Konsul pada Kedutaan Besar Perancis mengapresiasikan proses diselesaikannya oleh pihak Indonesia terhadap Thomas dan Valentine yang telah disidangkan sejak Senin (20/10) hingga Jumat (24/10) kemarin.

“Kami kaget dapat berita penangkapan dua jurnalis tersebut, harapan kami seperti biasa langsung bisa dideportasi seperti kasus-kasus sebelumnya. Tapi dari pihak berwenang Indoensia mereka menganggap ada pelanggaran serius jadi harus diproses, ya kami ikuti,” kata Pierre yang ditranslate oleh Dominique via seluler kepada Jubi, Sabtu (25/10).

Pihaknya hanya meminta kepada pihak berwenang Indoensia untuk mempercepat proses kasus yang menimpa warga negaranya tersebut, agar mereka berdua cepat pulang ke Perancis.

“Kami bersyukur akhirnya semua proses yang dijalankan, pihak berwenang Indonesia mempertimbangkan situasi yang sulit bagi mereka, yang sudah dua bulan lebih di Papua. Akhirnya mereka berdua bisa bebas hari Senin (27/10) besok lusa dan kembali pulang ke Perancis,” ujarnya. (Indrayadi TH)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jurnalis Perancis Thomas Berencana Ajak Keluarganya Wisata ke Indonesia