Relawan Jokowi Papua Diminta Tidak beropini Murahan

share on:
Yan Matuan (Jubi/Mawel Benny)
Yan Matuan (Jubi/Mawel Benny)

Abepura, Jubi – Forum Pembela Demokrasi Papua menilai Koalisi Relawan Jokowi se-Provinsi Papua yang meminta klarifikasi kepada Jokowi yang memilih prof.Yohana Yembise sebagai Menteri Perempuan dan dan Perlindungan anak dalam  kabinetnya, hanyalah sebuah opini yang tidak berguna bagi publik Papua. Opini murahan dan memalukan yang tidak mengandung nilai pendidikan politik.

“Kiranya tidak perlu membuat sensi dan opini tidak berguna di publik,”tegas Yan Matuan, ketua Forum Pembela Demokrasi Papua kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (28/10).

Yan berharap kepada yang membangun opini murahan itu lebih sadar dan mendukung Kabinet Yokowi untuk membangun Papua. “Marilah kita bersama-sama mendukung Kabinet Kerja agar bersama mereka kita songsong masa depan yang lebih baik, terutama masa depan Papua,”ungkapnya.

Kalau terus membangun opini, menurutnya hanya akan  menjadi lelucon, khususnya bagi publik di Papua, dan yang lebih luas publik Indonesia.

Karena, menurut Yan, mereka yang terpilih menjadi kabinet Yokowi melalui satu proses yang ketat. Proses seleksi yang ketat menyangkut sejumlah hal, bukan semudah opini yang dibangun.

Pertama, orang-orang yang terpilih itu sudah dipastikan tida tersandung atau berpotesi terjerat kasus korupsi . itu sebabnya Jokowi mengajukan nama-nama itu KPK dan PPATK untuk mendapatkan masukan.

Kedua, Jokowi berusaha memilih orang-orang  profesional di bidangnya untuk  duduk di kabinetnya . Mereka disebut profesional karena ahli, fasih dan terampil dalam menjalankan tugas pada bidang-bidang gelutan mereka. Keahlian mereka telah teruji oleh waktu.

Ketiga, menurut Yan, dalam rekam jejak mereka terbaca dengan jelas bahwa, mereka tidak pernah merugikan, menghilangkan, memanipulasi hak politik, sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan rakyat di lingkungan mereka bekerja.

mereka juga menurutnya memiliki catatan bersih  pada bidang tempat mereka bekerja semula.

Keempat, pertimbangan moral. Aspek moral dan perilaku serta integritas sebagai tokoh publik. Kemampuan moral mereka kiranya tidak dapat diragukan lagi dalam pengamantan dan penilaian.

Karena itu, sekali lagi, Yan mengharapkan mereka yang merasa tersinggung karena namanya tidak dimasukan dalam daftar ke 34 nama Kabinet Kerja jangan langsung menuduh dengan praduga-praduga yang tidak masuk di akal sehat, tetapi coba bercermin dan berkaca pada perjalanan, dan pengalaman yang bersangkutan di masa-masa yang lalu dan masa sekarang secara jujur.

“Apakah saya dapat diterima oleh publik secara umum atau ada sebagian orang menolak anda? Apakah yang saya lakukan menguntungkan orang banyak atau merugikan demi kepentingan pribadi?”tanya Yan

Menurut Yan, kejujuran itu sangat penting karena keberadaan setiap orang dalam masyarakat menerima penilaian atas semua perilaku seseorang  sebagai pejabat, pengusaha, politisi, budayawan, agamawan, dermawan.

Lebih penting lagi adalah semua penilaian itu akan menjadi sangat objektif apa bila semua orang mendukung, mengakui secara langsung, bukan karena hasil publikasi dan pencitraan.

Kemarin, (27/10), Koalisi Relawan Jokowi se-Provinsi Papua meminta klarifikasi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) terkait posisi Prof Yohana Yembise sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak. “Kami sangat kecewa,” kata Jefri Tabuni, Koordinator Koalisi Relawan Jokowi Papua kepada wartawan di Prima Garden Cafe, Abepura, Kota Jayapura, Senin (27/10).

Jefri mengaku sebelumnya, pihaknya bersama lembaga gereja yang difasilitasi Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua telah mengantarkan satu nama ke Presiden Jokowi yaitu nama Yakoba Lokbere Wetipo. Pelantikan Yohana Yembise, diakuinya cukup mengejutkan,  di luar dugaan relawan dan seluruh rakyat Papua. (Mawel Benny)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Relawan Jokowi Papua Diminta Tidak beropini Murahan