Minimnya Personil, Kendala Kejari Papua Tangani Kasus Hukum

share on:
Kajari Jayapura, Tumpak Simanjuntak - Jubi/Arjuna
Kajari Jayapura, Tumpak Simanjuntak – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura menyatakan, kendala yang dihadapi institusu itu dalam menangani berbagai kasus salah satunya karena minimnya personil. Tidak hanya ketika penanganan kasus dugaan korupsi, namun juga berbagai masalah Tindak Pidana Umum (Tipidum).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura, Tumpak Simanjuntak mengatakan, minimnya personil di institusi yang ia pimpin itu, salah satu kesulitan Kejari setempat menangani sejumlah kasus yang ada.

“Kesulitan kami salah satunya karena porsonil kami masih minim. Wilayah hukum Kejari Jayapura membawahi lima kabupaten dan kota antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi, dan Mamberamo Raya,” kata Kajari Tumpak, Rabu (29/10).

Menurutnya, Kejaksaan Negeri Jayapura kini hanya memiliki enam orang jaksa dan beberapa pegawai tata usaha. Padahal lanjutnya, setiap Kejari minimal mempunya 10 orang tenaga jaksa.

“Itu jadi hambatan. Tapi bukan berarti itu menyurutkan semangat kerja kami.  Kami tetap maju. Tidak ada kata berhenti bagi saya. Kekurangan personil bukan alasan untuk tidak maksimal bekerja,” ucapnya.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Jayapura, Lucas J Kubela mengatakan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai tugas kejaksaan juga menjadi salah satu hambatan.

“Makanya kami ajak masyarakat mengerti masalahnya. Tidak langsung memberikan pernyataan yang seolah-olah kami salah. Jika seseorang ditetapkan sebagai tersangka, berarti sudah memenuhi dua alat bukti yang cukup. Belum tentu ia bersalah. Semua akan dibuktikan di pengadilan,” kata Lucas. (Arjuna Pademme)

Tags:
Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Minimnya Personil, Kendala Kejari Papua Tangani Kasus Hukum