Rambo Cs Dibawa ke Kantor Polda Papua

share on:
Kapolres Jayawijaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Adolf Beay. Jubi/Islami
Kapolres Jayawijaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Adolf Beay. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Usai dibekuk Tim Khusus Polda Papua bersama Polres Jayawijaya, Minggu (26/10) di salah satu hotel di Wamena, Kelompok Bersenjata (KB) pimpinan Rambo Wenda yang tertangkap itu, akhirnya di bawa ke Kantor Polda Papua di Kota Jayapura.

Melalui Bandara Wamena, Selasa (28/10) kelima anggota KB yang ditangkap termasuk Rambo Wenda juga salah satu oknum anggota Polisi berinisial TJ, dibawa ke Jayapura.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Adolf Beay mengakui adanya anggotanya yang melakukan tindakan di luar kedinasan sebagai seorang Polisi. “Kami mengakui bahwa dia adalah anggota Polisi atas nama Briptu TJ yang ditugaskan di Polsubsektor Nduga dan masih masuk wilayah hukum Polres Jayawijaya,” ujarnya di Bandara Wamena, Selasa (28/10).

Kapolres menjelaskan, anggota polisi berinisial TJ ini sebelumnya mendapatkan ijin dari pimpinannya dalam hal ini Kapolseksubsektor untuk ke Wamena, namun sesampai di Wamena ternyata tindakan yang dilakukan di luar kehendak dinas.

“Dia melakukan tugas di luar kehendak dinas, artinya perbuatan dia sendiri, dan kami harapkan kedepan anggota kami tidak seperti itu,” katanya.

Diakui Kapolres, meski tindakan yang dilakukan Briptu TJ baru pertama kali dilakukan, namun dirinya berharap anggota Polisi lain yang berada di wilayah pegunungan terutama mereka yang masih berada di wilayah hukum Jayawijaya tidak melakukan tindakan yang sama.

“Kami akan tetap menindak tegas sesuai aturan yang berlaku baik di kepolisian maupun hukum nasional. Pasti pasal berlapis, mungkin KUHP maupun hukuman kedisiplinan dari Polri dan tidak menutup kemungkinan juga kode etik Polri untuk anggota kami Britpu TJ,” tegas Kapolres.

Sebelumnya Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Yotje Mende mengatakan, selain menangkap Rambo Wenda dan keempat rekannya, Tim Khusus Polda setempat bersama tim Polres Jayawijaya juga menangkap TJ, yang merupakan anggota Polsek Nduga berpangkat Briptu.

“Status mereka sudah bisa dikatakan tersangka, karena mereka ditemukan transaksi jual beli amunisi. Ada magasen yang disita. Amunisi 29 plus 231 berarti 260 butir. Oknum yang diduga anggota polisi sudah kami tahan dan akan diproses. Dia bukan hanya di proses di Propam saja. Dia akan dipecat,” kata Kapolda Yotje, Senin (27/10).

Menurutnya, mengenai asal amunisi yang diduga akan dijual oknum anggota polisi itu masih diselidiki. Tak menutup kemungkinan amunisi itu hasil curian. Namun Kapolda belum bisa memastikan apakah oknum itu sudah sering melakukan transaksi amunisi atau baru pertama kalinya.

“Jelas dia telah menyalahgunakan wewenanganya sebagai anggota Polri. Bisa saja aminusi itu dia curi. Kalau ada anggota yang kurang ajar akan kami pecat. Dia jadi masyarakat sipil, disidang dan dijatuhkan hukuman seberat-beratnya,” ucapnya.

Kata Kapolda, selain Rambo Wenda, empat dari lima orang dari kelompok bersenjata yang ditangkap adalah Rambo Tolikara. Keduanya kedua Rambo itu sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua sejak beberapa waktu lalu.

“Tiga orang lainnya itu, temannya. Rambo Wenda yang katanya keponakan Purom Wenda itu yang menyerang anggota polisi di Lanni Jaya lalu. Dia menyerang Polsek Pirime dan juga patroli di Puncak Jaya. Waktu akan ditangkap, dia melarikan diri. Jadi anggota melumpuhkannya di betis kanan,” katanya. (Islami)

Tags:
Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Rambo Cs Dibawa ke Kantor Polda Papua