Pengprov Biliard Minta Klarifikasi Dana ke KONI Papua

share on:
Bendahara Umum Pengprov POBSI Papua, Hamka Jaya Yang Juga Ketua Umum KONI Jayawijaya (Jubi/Roberth Wanggai)
Bendahara Umum Pengprov POBSI Papua, Hamka Jaya Yang Juga Ketua Umum KONI Jayawijaya (Jubi/Roberth Wanggai)

Wamena, Jubi – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliard Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Papua akhirnya angkat bicara soal kebijakan Bidang Organisasi KONI Papua yang mengangkat seorang koordinator dalam upaya percepatan Musda di internal olahraga bola sodok itu.

POBSI Papua melalui bendahara periode 2010-2014, Hamka Jaya mengatakan, pihaknya berencana menggelar musyawarah daerah (Musda) pada  November, asalkan ada klarifikasi KONI soal dana-dana yang masih tersangkut di KONI Papua.

“Lebih cepat lebih baik. Tapi masalahnya kamu punya dana pembinaan tahun ini saja belum keluar. Padahal kami sudah lakukan Kejurda yang pertama, kami sudah ajukan dana,  pertanggungjawaban. Kami sudah ikut Kejurnas. Prestasi juga di sana, tapi dana satu perak pun belum keluar untuk kami dari KONI,” kesal Hamka Jaya yang sehari-hari sebagai Bendahara Umum POBSI Papua.

Menurut Hamka Jaya, kepengurusan POBSI Papua di bawah kepemimpinan Ketua Umumnya, Jhon Wempy Wetipo yang juga Bupati Wamena, sudah mau menggelar Musda,  hanya yang jadi permasalahan adalah dana itu diperjelas dulu.

“Keluar ke kami atau tidak. Jangan sampai pergantian pengurus, dana itu keluar, padahal itu peminjaman dari pihak ketiga. Dan untuk KONI Papua, Biliard adalah salah satu cabor yang melakukan Kejurda, tapi dananya tidak ada,” katanya.

“Kami bisa lakukan. Rencananya November ini, kami gelar Musda. Hanya saja kami minta kejelasan dana pembinaan yang kemarin,”ungkap Hamka Jaya di Wamena, Jumat (31/10),

Hamka menegaskan, kepengurusan POBSI Papua berakhir  Juli 2014. Bahkan ketika itu, pihaknya sudah meminta dengan baik-baik ke KONI Papua untuk kepengurusan mereka diperpanjang karena alasan tuan rumah Papua tuan rumah Munas POBSI di Jayapura.

“Kami minta perpanjang karena PP minta tuan rumah Munas POBSI itu di Papua. Jadi kita minta diperpanjang. Jadi hanya itu saja persoalan kami,” tegas Hamka Jaya di ruang kerjanya di Wamena.

Namun dia mempersilahkan  jika KONI menunjuk koordinator percepatan Musda POBSI. “Hanya saja kami pada posisi sudah kasih tahu. Setelah ternyata Pak Jhon Wempy Wetipo terpilih jadi ketua umum PB POBSI, sehingga pasti harus ada reorganisasi,”tegas Hamka Jaya.

Sebelumnya Ketua Bidang Organisasi KONI Papua, Daud Ngabalin menegaskan, ada enam cabang olahraga (cabor) yang dianggap lambat dalam konsolidasi dan telah diangkat seorang koordinator di masing-masing cabor tersebut.

Keenam cabor dimaksud Terbang Layang dengan koordinator Yunus Wenda, Aeromodeling/Paralayang koordinator Budi Yoku, Basket koordinator Ribka Haluk, Biliard Kenius Kogoya, Taekwondo Koordinator Piet El, Tarung Derajat Koordinator Rahmat Marbun.

“Ini terkait konsolidasi, koordinasi dan komunikasi yang belum dilaksanakan enam  cabor tersebut. Maka ditunjuk koordinator, karena mereka bertanggungjawab terhadap pembiayaan. Kerja yang  sesuai Koordinator diberi dead line hingga 10 November mendatang,” katanya. (Roberth Wanggai)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengprov Biliard Minta Klarifikasi Dana ke KONI Papua