Di Biak, Banyak Anak Usia Sekolah Jadi Juru Parkir

share on:
Tampak salah anak usia sekolah dasar sedang memarkir kendarahan salah satu warga berbelanja di Hadi Supermarket (Jubi/Marten Boseren)
Tampak salah anak usia sekolah dasar sedang memarkir kendarahan salah satu warga berbelanja di Hadi Supermarket (Jubi/Marten Boseren)

Biak, Jubi – Di Biak, banyak anak usia sekolah tingkat sekolah dasar ( SD ) dan sekolah menengah pertama ( SMP ) menjadi juru parkir kendaraan roda dua di sejumlah toko dan pusat perbelanjaan.

Pantauan Jubi hingga Sabtu,(1/11) sore, anak-anak ini pada tiap pagi hingga malam hari secara bergiliran menunggu kendarahan roda dua yang masuk di beberapa tempat yang disebutkan di atas lalu, memarkir kendaraan-kendaraan yang masuk itu.

Dengan memutar posisi depan motor ke arah jalan dan menutupnya dengan potongan-potongan karton bekas dari sengatan sinar matahari sambil menunggu pemilik motor tiba dan menagih uang penjagaan sebesar seribu rupiah.

Tak hanya itu setiap kendarahan roda empat yang masuk pun diarahkan untuk menempati posisi yang masih kosong sambil menunggu mobil tersebut keluar dan mengarahkannya lalu meminta seribu rupiah kepada sang supir.

Melihat hal ini salah satu aktivis LSM Pijar Keadilan, Ina Faidiban,kepada Jubi Sabtu,(1/11) sore mengatakan sangat sedih karena anak-anak tersebut adalah anak-anak usia sekolah yang sepantasnya harus duduk dalam ruang belajar bersama anak-anak sekolah lainnya saat ini.

“Menurut mama ini satu budaya salah yang sudah masuk ke Papua, karena hal-hal ini tidak pernah ada ditanah ini. Dan ini penting sekali diperhatikan sehingga ada masa depan yang cerah untuk mereka kalau tidak, mereka mau jadi apa,”kata Faidiban.

Untuk itu kepada Pemerintah Daerah Biak Numfor dalam hal ini Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga Biak Numfor ia minta untuk memperhatikan anak-anak bawah usia sekolah yang menjdi juru parkir di sejumlah tempat, antara lain di depan Supermarket Hadi, Get Indah, Tokoh Rejeki, Sinar Pagi dan Pasar Inpres.

Di tempat terpisah salah satu tokoh pemuda Biak, Rudolf Boy Ronsumbre, mengaku sangat prihatin dengan hal itu.

“Ini sangat membahayakan sekali, kalau dibiarkan generasi bangsa di Biak akan hancur,”tegas Ronsumbre.

“Tolong perhatikan mereka dengan baik dan jangan biarkan mereka begitu saja. Buatkan satu pendidikan khusus bagi mereka jika mereka sudah tidak mau sekolah supaya jangan tiap pagi ada di pinggir jalan  untuk parkir motor cari seribu rupiah,”ujar Ronsumbre lagi.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja, juga diharapkannya membawa anak-anak itu ke rumah orangtua mereka dan meminta kepada orangtua mereka untuk menyuruh mereka ke sekolah  “Dana Otsus untuk Biak tu dipakai untuk memperhatikan kita npunya anak-anak ini, bukan pake bangun fisik,”kata Ronsumbre ( Marten Boseren )

 

Tags:
Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Di Biak, Banyak Anak Usia Sekolah Jadi Juru Parkir