Dialog dan Temu Rakyat Papua untuk Keadilan Ekologi

share on:
Perkebunan kelapa sawit di Manokwari, Papua Barat (Dok. Jasoil)
Perkebunan kelapa sawit di Manokwari, Papua Barat (Dok. Jasoil)

Jayapura, Jubi – FOKER LSM Papua, JERAT Papua, SKPKC Fransiskan, JASOIL, PUSAKA, Greenpeace akan menyelenggarakan Dialog dan Temu Rakyat Papua.

“Kegiatan pelatihan ini adalah serangkaian dengan kegiatan temu rakyat korban investasi kehutanan dan perkebunan. Peserta kebanyakan adalah warga kampung yang tersebar di beberapa daerah.” kata YL. Franky, Ketua Panitia Dialog dan Temu Rakyat Papua ini.

Kegiatan ini menurut Franky akan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 4-7 November 2014 di Susteran Maranatha, Waena, Jayapura.
“Tujuan kegiatan ini antara lain untuk mendiskusikan implikasi dampak  kegiatan investasi sektor kehutanan dan perkebunan terhadap  keberadaan dan hak – hak masyarakat adat Papua, serta keberlanjutan lingkungan” tambah Franky.

Saat ini, menurut Franky, kontradiksi dari corak pembangunan pertanian dan kehutanan yang tidak adil telah menimbulkan konflik dan biaya eksternal yang mahal. Karenanya, diperlukan perubahan pembangunan kehutanan dan pertanian berbasis pada hak masyarakat adat Papua yang berkelanjutan secara sosial, ekologi dan produksi.
“Gagasan tersebut tentu sejalan dengan visi dan misi pemerintah di Provinsi Papua dan Papua barat. Idealnya, guna mewujudkan gagasan tersebut harus ada kebijakan afirmatif dan kesungguhan pemerintah dan berbagai pihak untuk mengakui, melindungi dan menghormati hak-hak masyarakat adat Papua.” kata Franky.

Charles Tawaru, aktivis lingkungan dari Greenpeace menambahkan, berdasarkan kehendak mengembangkan Kapasitas masyarakat adat di Papua untuk memperjuangkan perubahan sosial berkeadilan dan keberlanjutan ekologi, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) merasa perlu menyelenggarakan “Temu Rakyat” dengan maksud menciptakan arena dialog dan diskusi kritis, berbagi pengalaman dan peningkatan kapasitas advokasi, sehingga ada peningkatan pemahaman atas problem dampak investasi sektor kehutanan dan perkebunan, ada solidaritas yang luas dan langkah-langkah aksi bersama ke depan.
“Temu rakyat ini akan mengundang dan menghadirkan masyarakat adat korban dan termasuk buruh lokal, serta pihak strategis lainnya dari pemerintah, kalangan akademisi dan tokoh masyarakat,” kata Tawaru. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dialog dan Temu Rakyat Papua untuk Keadilan Ekologi