Oknum TNI Jual Amunisi ke Kelompok Bersenjata, Masuk Tahap Penyidikan

share on:
Ilustrasi Prajurit TNI AD - Jubi/Indrayadi TH
Ilustrasi Prajurit TNI AD – Jubi/Indrayadi TH

Jayapura, Jubi – Penyelidikan kasus jual amunisi ke kelompok bersenjata dari oknum anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 1702/Jayawijaya, kini memasuki tingkat penyidikan.

Hal tersebut dipastikan panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal (TNI) Fransen Siahaan usai menghadiri penutupan Latihan Pra Ops Aman Matoa V di Rindam XVII Cenderawasih, Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (5/11).

“Tindak lanjutnya, kami tingkatkan menjadi Lid, kemarin itukan penyelidikan. Sekarang kami tingkatkan ke tingkat Polisi Militer, berarti itu kan penyidikan,” kata Pangdam.

Menurut Pangdam, pihaknya masih mendalami kebenaran pengakuan prajuritnya dari penyelidikan kemarin, jika benar maka akan mengarah ke tuntutan.

“Kalau polisi kan beda, dia (oknum) di DKP dulu dipecat, walaupun belum terbukti dia sudah dipecat baru dihukum. Kalau kami tidak, kami buktikan dulu bahwa dia sudah terbukti, pengadilan, hukum, baru pecat,” katanya.

Pihaknya tetap mengembangkan kasus tersebut, agar kemudian hari penjualan-pejualan amunisi seperti ini tidak ada. “Kami harus memberikan contoh kepada prajurit bahwa kalau memang terbukti, bila perlu hukuman paling seberat-beratnya yaitu hukuman mati. Saya lebih senang jika dibongkar oleh tim penyidik, tidak apa-apa, biar kami tahu,”

Ia juga menjelaskan, bapak Gubernur sendiri kan sudah mengatakan, bukan rahasia umum lagi di masyarakat. Dimana, yang membuat Papua tidak kodusif, salah satunya adalah oknum-oknum aparat yang menjual amunisi.

“Sekarang dengan sudah tertangkapnya ini, mudah-mudahan bisa terbongkar. Kalau bisa terbongkar lebih bagus agar kondusif daerah ini, kenapa tidak? Itu yang dikatakan Bapak kepala staf angkatan darat (KASAD),”

Ditempat yang sama, Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Yotje Mende menuturkan amunisi yang dijual seorang anggota TJ tidak menutup kemungkinan didapat saat latihan menembak atau penugasan di pos pengamanan sebelumnya.

“Mungkin dikumpul dari dulu, mungkin pengawasnya kurang kontrol baik, sehingga dia kumpulkan sedikit-sedikit” kata Kapolda. (Indrayadi TH)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Oknum TNI Jual Amunisi ke Kelompok Bersenjata, Masuk Tahap Penyidikan