Ribka Haluk: Pemanfaatan SDA Masih Belum Perhatikan Beberapa Aspek

share on:
Kadiskensos dan Pemukiman Papua, Ribka Haluk. (Jubi/Alex)
Kadiskensos dan Pemukiman Papua, Ribka Haluk. (Jubi/Alex)

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Sosial dan Pemukiman Papua, Ribka Haluk mengatakan, selama ini pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan oleh masyarakat tidak terlebih dulu mempertimbangkan berbagai aspek, salah satunya mengenai pelestarian lingkungan.

“Secara tidak sadar kadang masyarakat tidak berpikir, potensi hutan terdapat sumber daya alam yang banyak, sehingga main tebang saja, untuk pembangunan rumah, bisnis ekonomi dan lainnya. Untuk itu, kedepan kami coba membangun pemikiran dalam rangka mencari alternatif pemanfaatan sumber daya hutan, tidak secara illegal dilakukan, sehingga potensi SDA tetap terlindungi atau dampak lingkungannya tetap diperhatikan,” kata Haluk kepada wartawan, di Kota Jayapura, Papua, Minggu (9/11).

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan program kerja Gubernur Papua Lukas Enembe mengenai pembangunan 13 ribu unit rumah. “Kajian kami saat ini dalam rangka kaitannya dengan program kebijakan gubernur pada saat ini untuk pembangunan 13 ribu unit rumah,” katanya.

Namun demikian, ucapnya, pihaknya mencoba membangun suatu pemikiran dalam rangka pembangunan perumahan di Papua, termasuk membuat perkiraan berapa kubik kayu yang akan digunakan, karena bahan dasar pembangunan rumahnya menggunakan bahan dasar kayu.

“Dinas Sosial dan Pemukiman ada perencanaan untuk pembangunan rumah, berapa kubik kayu yang kami butuhkan untuk dalam rangka menjawab aspirasi masyarakat yang membutuhkan rumah,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, ujar Haluk, pihaknya juga perlu melakukan kordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis terkait.

“Kami harus analisis dan kaji, sehingga kami miliki gambaran sekian ribu rumah dibutuhkan berapa kubik kayu, termasuk industri atau meubeler dan lainnya,” kata Haluk.

Sebelumnya. Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen mengatakan, wawasan dan pemahaman aparatur serta publik terhadap perlindungan dan pengelolaan SDA dan lingkungan hidup sangat beragam. Sehingga terkadang menimbulkan konflik atau benturan dilapangan yang semakin kompleks yang pada akhirnya berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan.

“Perlu diketahui, persoalan lingkungann hidup pada dasarnya memiliki karakteristik yang hampir sama diberbagai tempat, sehingga dalam mencermati dan menyingkapinya perlu melibatkan seluruh komponen baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota serta masyarakat,” kata Dosinaen. (Alexander Loen)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ribka Haluk: Pemanfaatan SDA Masih Belum Perhatikan Beberapa Aspek